Minggu, 25 Februari 2024

Breaking News

  • Pemerintah Harus Waspada dengan Pandemic Treaty   ●   
  • DPRD Kota Pekanbaru Himbau Suplai Kebutuhan Sembako dari Daerah Tetangga hingga Pulau Jawa   ●   
  • Minta Pemerintah Waspadai Perjanjian Pandemic Treaty WHO , Dharma: Ancaman Kedaulatan Negara   ●   
  • Tradisi Malam Nisfu Syaban, Kampung Tanjung Tungga Gelar Yasinan 3 Kali dan Doa Bersama   ●   
  • Pakar Sebut Hak Angket Langkah yang Sangat Tepat, Urgent, Strategis, dan Konstitusional   ●   
Advetorial Pemkab Meranti
Berharap Meranti Sebagai Sentra Kuliner Laut
Kamis 31 Mei 2018, 15:04 WIB
ist

Meranti, Berazamcom - Sebagai salah satu daerah maritim terbesar di Riau dengan luas lautnya mencapai 3,224,79 Km persegi, Kabupaten Kabupaten Kepulauan Meranti tentunya memiliki sektor kelautan dan perikanan yang sangat besar ketimbang 12 Kabupaten Kota Riau lainnya.

Mengerucut kesana, sebagai penggerak roda pemerintahan, Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti sangat menaruh perhatian atas terjaganya ekosistem laut dari dampak pencemaran, sehingga potensi yang bersumber dari laut itu memang benar benar telestarikan dari generasi ke generasi.

Tidak "patah arang" walupun terganjal aturan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat beberapa tahun belakangan, atas wewenang pengawasan kelautan secara keseluruhan sudah beralih menjadi wewenang provinsi, Meranti terus berupaya maksimal dalam menjaga ekosistem lautnya. 

Seperti Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi mengaku sangat prihatin karena sejak lama laut disekitar perairan Selat Air Hitam Selatpanjang, sudah sangat parah dengan kondisi sampah yang dibuang ke laut.

Banyak sampah yang terlihat di sekitar pelabuhan dan area rumah penduduk yang berada di tepi laut. Hal ini menyebabkan terjadi pencemaran lingkungan air laut, sehingga perairan sekitar tidak bisa dimanfaatkan oleh nelayan setempat.

"Walauoun pengawasan sudah beralih ke provinsi, mulai hari ini, Saya sangat berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah di laut, sehingga laut kita bersih dan nyaman bila kita melihatnya,” ajak Bupati Irwan.

Kondisi laut selat air hitam yang sejak lama seakan dijadikan tong sampah masyarakat, sangat disesalkan Bupati. Sebab ketika para nelayan yang ingin menangkap ikan tidak ada ikan yang didapatkan, melainkan sampah berupa botol, plastik dan lainnya, makanya nelayan mengaku hasil tangkapan ikan mereka terus berkurang akibat tercemarnya laut.

 "Banyak masyarakat mengadu kepada saya, diantaranya para nelayan Desa Bantar dan Sialang Pasung, bahwa hasil tangkapan mereka berupa sampah yang dibuang ke laut," tutur Bupati Irwan.

“Saya ingatkan agar masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga laut untuk tidak membuang sampah sembarangan, bagaimanapun kita semua yang menangung akibatnya,” papar Bupati.


Budidaya di Laut Perbaiki Hasil Tangkap Nelayan

Sejalan dengan komitmen menjaga laut dari ancaman pencemaran sampah atau limbah, Pemda Kepulauan Meranti Kepulauan Meranti kedepannya juga menargetkan Kabupaten termuda di Riau ini bisa menjadi daerah pengekspor ikan dari potensi kelautan.

Dikatakan Bupati Irwan, berternak ikan merupakan salah satu mata pencaharian yang mampu mendatangkan pendapatan ekonomi sangat luar bisa. Oleh karena itu, Masyarakat Kepulauan Meranti mesti kembali ke laut dan mengelola laut, sehingga laut dapat memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat.

"Lebih dari 50 persen daerah kita merupakan lautan. Bahkan seluruh wilayah kita dikelilingi oleh lautan. Maka dari itu sektor perikanan harus menjadi salah satu andalan. Jika kita mampu mengelola hasil laut dengan baik, maka nantinya kita menjadi daerah yang mampu mengekspor ikan ke luar negeri," ungkap Bupati.

Sejalan dengan motovasi itu, nelayan tempatan juga kerap mendapatkan bantuan, diantaranya, belum lama ini sebanyak 14 unit kapal tangkap telah di serahkan kepada nelayan asal Meranti. 

Selain kapal, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti pun sempat menyerahkan bantuan alat tangkap (jaring) serta kartu asuransi bagi nelayan pesisir riau tersebut.

Ketika itu, Bupati Kepulauan Meranti H Irwan Nasir Msi sempat mengucapkan apresiasi kepada Dinas Perikanan Meranti yang telah mengupayakan Dana Alokasi Khusus (DAK), sebesar 700 Juta untuk pengadaan 14 Unit Kapal Nelayan bermesin 1 GT.

Untuk itu ia sangat berharap bantuan yang diberikan itu dapat menjadi  stimulus bagi Nelayan agar dapat bekerja lebih baik dan mampu mengatur keuanggannya sebaik mungkin dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan.

"Meski bantuan terus kita berikan tapi kenyataannya kesejahteraan Nelayan belum menunjukan hasil yang menggembirakan, saya harap bantuan yamg digulirkan selama ini dapat menjadi stimulus bagi Nelayan untuk bekerja dalam meningkatkan kesejahteraan," ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik dan jangan sampai dijual.

"Alih alih ingin mendapat dana cepat bantuan alat justru dijual, saya minta bantuan yang selama ini diberikan jangan dijual, gunakanlah untuk mendukung kesejahteraan keluarga," tambahnya

"Dari informasi yang saya peroleh permintaan ikan dan udang di Batam dan Johor Baru sangat tinggi, dalam tiga hari mereka bisa membeli udang seberat 300 Kilo dan siap menampung berapapu hasil tangkapan Nelayan, saya harap tahun depan jumlah produksi ikan dapat meningkat," jelas Bupati.

Dengan berbagai bantuan yang diberikan sejak tahun 2010 lalu, mulai dari keramba jaring apung yang mencapai 73 Unit, Kapal dan lainnya jika dioptimalkan akan mampu menghasilkan ribuan Ton ikan mestinya.

"Pembeli ikan dari luar daerah telah telah menunggu, mari tingkatkan hasil produksi ikan dan jika berhasil tentu kehidupan Nelayan bisa meningkat," ujar Bupati dihadapan seluruh Nelayan yang hadir.

Informasi yang dirangkum Pepos, dalam waktu dekat Meranti kembali mendapat 6 unit kapal Nelayan dengan rincian 5 Unit bermesin 5 GT dan 1 Unit 10 GT.

Terkait Program Asuransi Nelayan telah disalurkan sebanyak 1229 Asuransi di tahun 2016 dan 1929 ditahun 2017 semua itu dalam rangka mensejahterakan kelompok nelayan.

Selain itu juga akan dibangun Balai Benih Desa Gogok yang mana sejauh ini pengadaan sudah dibicarakan ke Kementerian dan direncanakan akan direalisasikan 2018.


Potensial Jadi Sentra Kuliner Makanan Laut di Riau

Seiring digalakkannya program budidaya ikan keramba jaring apung, Pemkab juga fokus kepada pola pemasaran sumber makanan laut tersebut. Dengan demikian, daerah ini dinilai sangat potensial menjadi sentra kuliner makanan laut di Riau.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi saat panen ikan di keramba percontohan Dinas Kelautan dan Perikanan, beberapa waktu lalu mengatakan, potensi peningkatan ekonomi masyarakat dari sektor budidaya ikan di laut itu akan lebih berhasil bila dilakukan sejalan dengan sistem pemasaran yang baik.

"Daerah kita punya potensi yang besar dalam mengembangkan produk kuliner makanan laut di Riau. Selama ini bila ada tamu yang datang ke Kepulauan Meranti dirasakan masih sangat minim ditemukannya tempat usaha kuliner yang representatif dalam menyajikan jenis makanan laut,"ungkap Bupati.

Peluang ini, kata Bupati Irwan, hendaknya dapat ditangkap oleh para interpreneur muda atau pelaku usaha di daerah ini. Mengembangkan usaha sajian makanan laut dengan fasilitas tempat yang representatif, merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan untuk lebih berkembang dimasa mendatang.

"Tempat usaha kuliner yang representatif itu sebenarnya tidak terlalu membutuhkan biaya mahal, seperti membangun restoran yang megah. Tapi yang terpenting bagaimana kita bisa menciptakan nuansa alam yang indah, terutama pada keindahan alam dan kebersihan laut pesisir pantai di daerah ini," sebutnya.

Pemkab Kepulauan Meranti melalui Dinas terkait, kata Bupati, akan sangat senang mensupport tumbuhnya usaha sentra kuliner makanan laut itu. Dimana hal itu dinilai juga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan manca negara, untuk datang atau berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kita komit menciptakan multi player effect yang luas dari segala program percontohan yang dilaksanakan pemerintah daerah bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Intinya, masyarakat harus peduli dan jeli menangkap peluang ini, sehingga seiring pertumbuhan usaha tersebut semakin pesat pula pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti," harapnya.(adv)

[]bazm-9



Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top