Senin, 7 September 2026

Breaking News

  • Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla, Walikota Pekanbaru Keluarkan Instruksi Kepada Seluruh OPD, Camat dan Lurah   ●   
  • Polda Riau Tetapkan 44 Tersangka Karhutla dari Total 41 Kasus   ●   
  • Empat Sumur Air Bersih Diresmikan di Minas, 95 rumah masyarakat Jadi Penerima Manfaat   ●   
  • ROHIS FEST 3.0 Resmi Dibuka, 80 Finalis SMP dan MTs se-Riau Adu Kemampuan di Empat Cabang Lomba   ●   
  • Kualitas Udara Kembali Memburuk, Pemko Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Dua Hari Kedepan   ●   
Kualitas Udara Kembali Memburuk, Pemko Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Dua Hari Kedepan
Senin 07 September 2026, 07:21 WIB
👁5053

 

Pekanbaru, berazamcom - Kondisi udara yang kian memburuk memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mengambil langkah cepat guna melindungi kelompok rentan. Seluruh peserta didik dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali diwajibkan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring dari rumah.

Keputusan tersebut disepakati melalui rapat evaluasi bersama sejumlah instansi terkait pada Minggu (6/9/2026) malam. Langkah ini diambil untuk menekan risiko paparan udara yang belum sepenuhnya aman bagi pernapasan masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan bahwa pemerintah harus menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan warga di atas pertimbangan lainnya.

"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan harus menjadi nomor satu," tegasnya.

Penerapan sistem PJJ selama dua hari ke depan, yakni 7 hingga 8 Agustus 2026, bukanlah kebijakan yang diputuskan secara mendadak. Agung menjelaskan bahwa Pemkot Pekanbaru secara berkala terus mengikuti tren kualitas udara melalui data yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekanbaru juga turun memantau fluktuasi udara harian melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Hasil pantauan BMKG mencatat konsentrasi partikulat PM2,5 pada pukul 19.00 WIB menembus angka 199,23 µg/m³ atau masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat.

"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru," terang Agung.

Dari sisi medis, dokter spesialis paru, dr Indra Yovi bersama jajaran Dinas Kesehatan turut menyampaikan laporan evaluasi kesehatan masyarakat. Berdasarkan data fasilitas pelayanan kesehatan, terdapat tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kondisi ini rupanya banyak ditemukan pada kelompok anak-anak. Secara medis, anak-anak tergolong dalam kelompok yang lebih rentan terhadap dampak langsung dari partikel udara yang tidak sehat. Tidak hanya anak-anak, kelompok lanjut usia serta warga yang memiliki riwayat penyakit penyerta juga membutuhkan perlindungan ekstra ketika kualitas udara turun.

Meski aktivitas luar ruangan dikurangi, Agung memastikan bahwa hak pendidikan para siswa tidak dihentikan.

"Atas pertimbangan kesehatan itu, untuk satu sampai dua hari ini kita kurangi dulu paparan terhadap anak-anak. Mereka bukan diliburkan. Anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, hanya sementara dilakukan melalui sistem daring dari rumah," pungkasnya. Pembelajaran dari rumah ini akan terus dievaluasi sembari pemerintah memantau perbaikan kondisi udara di lapangan. ***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top