Jumat, 4 September 2026

Breaking News

  • Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase   ●   
  • Riau Dikepung 234 Hotspot, Inhil dan Bengkalis Mendominasi   ●   
  • Bupati Afni Temui Dirjen Keuda, Bahas DBH Siak yang Belum disalurkan   ●   
  • Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru di Pembukaan OMI 2026   ●   
  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase
Jumat 04 September 2026, 10:21 WIB
👁3145
Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho Peninjauan Pembangunan Jalan dan Pembuatan Drainase di JL. Embun Pagi beberapa waktu lalu

 

Pekanbaru, berazamcom - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pembangunan drainase di sejumlah wilayah sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan banjir yang masih menghantui beberapa kawasan di Kota Bertuah.

Pembangunan dan pembenahan saluran drainase kini menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami genangan. Di antaranya Jalan Paus, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Suka Karya, Jalan Darma Bakti, Jalan Embun Pagi, Jalan Srikandi, serta sejumlah titik lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan fungsi saluran air sekaligus mengurangi risiko genangan saat hujan turun. Namun, Pemko Pekanbaru mengakui upaya membenahi seluruh sistem drainase di kota ini bukan pekerjaan mudah.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam membenahi saluran drainase. Salah satu kendala terbesar berkaitan dengan keterbatasan anggaran.

"Tantangannya cukup lumayan dahsyat, pertama tentu terkait anggaran," kata Agung, Kamis (3/9/2026).

Menurut Agung, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh saluran drainase di Pekanbaru sangat besar. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam pengerjaan infrastruktur.

Pasalnya, anggaran yang tersedia tidak hanya dialokasikan untuk drainase. Pemko juga harus membaginya dengan sejumlah pekerjaan prioritas lainnya, termasuk perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Karena itu, penanganan banjir di Pekanbaru tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah kota. Agung menilai diperlukan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, terutama untuk penanganan drainase yang berada di ruas jalan dengan kewenangan pemerintah provinsi.

"Makanya kita harus bekerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau. Karena kalau tidak jemput bola, pemprov juga mengurus kabupaten kota lainnya, kita juga berharap perhatian dari bapak gubernur," jelasnya.

Menurutnya, koordinasi lintas pemerintahan menjadi penting agar penanganan persoalan drainase dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Dengan begitu, pembangunan saluran air tidak hanya dilakukan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemko, tetapi juga dapat menyentuh ruas jalan provinsi yang turut berpengaruh terhadap sistem aliran air di dalam kota.

Pemko Pekanbaru pun terus mendorong pembangunan drainase di titik-titik prioritas. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam mengurangi persoalan banjir dan genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan turun.(*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top