Selasa, 11 Agustus 2026

Breaking News

  • Bupati Kampar Ikuti Rakor Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla   ●   
  • Pemko Pekanbaru Tegaskan Aset STC Kini Jadi Milik Pemda, Nasib Pedagang Masih Dikaji   ●   
  • Hadapi Fase El Nino Kuat, Pemprov Riau Waspada Karhutla   ●   
  • 18 Posko dan Tim Respons Cepat Disiapkan Hadapi Karhutla di Riau   ●   
  • 25 Tahun Lalu Jadi Peserta, Kini Bupati Afni Lepas 33 Pramuka Siak ke Jamnas   ●   
Hadapi Fase El Nino Kuat, Pemprov Riau Waspada Karhutla
Selasa 11 Agustus 2026, 09:31 WIB
👁4523

 

Pekanbaru, berazamcom – Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi El Nino kuat dan memasuki periode puncak musim kemarau. Kesiapan tersebut dipastikan melalui apel bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait di Halaman Mapolda Riau, Senin (10/8/2026).

Apel kesiapsiagaan menjadi langkah untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan personel, peralatan, komunikasi, serta dukungan operasi sehingga dapat bergerak cepat apabila terjadi karhutla.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan kondisi cuaca saat ini membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, terutama karena Riau memasuki periode kritis musim kemarau pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga awal triwulan pertama 2027 sehingga upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini.

“Berdasarkan informasi BMKG, Riau sedang menghadapi fase El Nino kuat, bersamaan dengan periode kritis atau puncak musim kemarau pada Agustus hingga September. Karena itu, peringatan dini harus segera diterjemahkan menjadi aksi dini,” tuturnya.

Menurutnya, kesiapan personel dan peralatan menjadi aspek penting dalam menghadapi potensi karhutla. Setiap unsur diminta memastikan kendaraan, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, sumber air, hingga akses menuju wilayah rawan berada dalam kondisi siap digunakan.

“Jangan sampai penanganan terlambat karena peralatan tidak berfungsi atau akses menuju lokasi belum diketahui. Melalui apel ini, mari kita pastikan kesiapan personel, peralatan, komunikasi, serta dukungan operasi dapat digerakkan ketika dibutuhkan,” katanya.

SF Hariyanto menegaskan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat, terutama dalam melakukan deteksi dini dan respons cepat di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan kondisi cuaca yang semakin kering membutuhkan kesiapan seluruh unsur secara terpadu. Perubahan pola angin monsun juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi penyebaran kebakaran.

“Berdasarkan prediksi BMKG, kita sudah memasuki tahap awal, El Nino sudah mulai mendekat, kemudian angin monsun dari utara semakin kecil membawa uap air dan berganti dengan angin monsun dari selatan, dari Australia, yang cenderung lebih kering. Nantinya, kemungkinan El Nino yang saat ini sudah sangat kuat dapat berubah menjadi ekstrem kuat,” jelasnya.

Ia mengatakan berbagai langkah telah dilakukan bersama sejak tahap pra-bencana. Upaya tersebut mencakup patroli, edukasi masyarakat, penyampaian imbauan, serta mitigasi struktural dan nonstruktural untuk menekan potensi terjadinya kebakaran.

“Semua sudah kita lakukan supaya ada kesadaran bersama untuk menjaga lahan-lahan yang ada di wilayah Riau ini. Meskipun besar kemungkinan kondisi tersebut akan terjadi, kita sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya,” pungkasnya.(*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top