Pekanbaru, berazamcom– Sarjana bidang kesehatan masa kini, tak cukup hanya bermodal pintar dan terampil. Mereka juga dituntut harus ramah dan peduli dalam melayani pasien dan masyarakat pengguna jasa kesehatan.
Hal itu diungkapkan bersamaan oleh Anggota Komisi X DPR-RI asal Riau, Dr Karmila Sari SKom MM, dan Pembina Yayasan Tengku Maharatu dr Imawan Hardiman SpDVE, saat menghadiri wisuda 359 sarjana Stikes Tengku Maharatu di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (18/7).
Mereka yang diwisuda terdiri dari 130 Sarjana Ilmu Keperawatan, 208 profesi Ners, 16 Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan lima orang Bidan. Hingga kini kita sudah meluluskan 5.404 sarjana bidang kesehatan,” kata Ketua Stikes Dr Ns Carles SKep MSi.
Hadir di wisuda ke-27 tersebut, Ketua APTISI Riau-Kepri Dr Ir Indra Hasan MT IPU Asean Engineering, Ketua PPNI Ahmad Yusuf SKep SSos MH MKM, Ketua IBI Riau Bdn Karmila Dewi SST MKes, Sekretaris IAKMI Riau Dr Jasrida Yunita SKM MKes. Dari Yayasan Tengku Maharatu, selain dr Imawan, tampak hadir Ir Ridar Hendri MSi PhD (Pembina), Erika MKep SpMat PhD (Ketua), dan Dr dr Elmi SpA (Bendaharta).
Menurut Dr Karmila, saat ini banyak terdapat rumah sakit, tetapi semua ruangan khusus pasien kritis dan rawatan intensif, baik ICU (dewasa) maupun PICU (bayi) yang dimilikinya, selalu penuh. Akibatnya, semua pasien memerlukan perawatan cepat dan serentak.
“Kondisi ini menuntut para tenaga kesehatan harus bergerak cepat dalam memberikan pelayan. Tetapi harus diiringi dengan senyum dan peduli. Ini lebih penting. Jangan hanya bekerja karena uang,” katanya.
Sebelumnya, dr Imawan juga mengingatkan bahwa wisuda seorang sarjana, bukanlah akhir perjalanan karir, melainkan baru merupakan awal pencapaian keberhasilan dalam hidup. Karena itu, wisudawan-wisudawati Stikes Tengku Maharatu harus membekali diri lagi, terutama dengan etika, kesantunan, dalam kepedulian dalam mengabdi di dunia kesehatan.
“Mungkin ilmu dan keterampilan, sudah Anda dapatkan di kampus dan tempat praktik lapangan. Tetapi adab, moral yang baik, termasuk kepedulian, terutama kepada pasien, harus ditingkatkan,” pesannya.
Pesan itu, bukan asal dia ungkapkan, tetapi ditemukannya berdasarkan pengalaman selama menjabat sebagai Direktur RS Bangkinang. “Saya lihat, para tenaga kesehatan yang baik dan ramah kepada pasien, itu yang kelak dikenang pasian setelah sehat. Bukan semata karena ilmu dan keterampilan yang kita miliki,” ujarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah Riau Kepri, diwakili oleh Ketua Pokja Kelembagaan, Bdn Andriana SST MKeb, mengucapkan selamat dan memberi apresiasi kepada wisudawan. Dia mengingatkan, agar para wisudawan jangan pernah berhenti belajar, sekaligus meningkatkan rasa care (peduli) terhadap pasien kelak di dunia kerja. “Pasien butuh senyuman dalam setiap layanan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli SKep MH mengatakan bahwa tak lama lagi Riau akan memiliki satu lagi RS vertikal Otak (Neurologi), Jantung, dan Uronefrologi yang berlokasi di Panam Pekanbaru. Rumah sakit canggih kapasitas 350 tempat tidur, ini membutuhkan seribu lebih nakes (tenaga kesehatan), terutama yang menguasai perangkat medis elektronik. “Stikes Tengku Maharatu harus mempersiapkan,” pesannya.(*).


