Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Pemerintah Provinsi Riau Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Selasa 02 Juni 2026, 22:12 WIB
👁7014


Pekanbaru, berazamcom  – Pemerintah Provinsi Riau menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu bangsa, sekaligus landasan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan keadilan di tingkat global.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, M.A., M.Si., membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh bangsa Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup, tumbuh, dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

 

 

 

 

"Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia telah mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu," demikian amanat Kepala BPIP yang dibacakan Zulkifli Syukur.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” yang telah terbukti menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan dan dinamika global. Pancasila juga menjadi pedoman moral dalam menghadapi perkembangan zaman sekaligus fondasi untuk membangun kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup melalui implementasi nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga diharapkan terus memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai modal utama menjaga keutuhan bangsa.

Dalam amanat tersebut, Kepala BPIP juga mengingatkan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui kebijakan publik yang berkeadilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

"Kepada para kepala daerah, saya titipkan Pancasila di tangan saudara-saudara. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak warga, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan," ujarnya.

Selain itu, seluruh komponen bangsa diajak untuk terus melawan berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," tegasnya. [Glr]

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top