Pekanbaru, berazamcom - Dibawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho dan Wakil Walikota Markarius Anwar, Kota Pekanbaru mencatat kemajuan yang sangat signifikan terstruktur hingga melampaui target.
Menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat membenahi persoalan yang selama ini menjadi belum terselesaikan secara kongkrit.
Membenahi persoalan mendasar, mulai dari persoalan sampah, banjir, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam satu tahun terakhir, Kota Pekanbaru menunjukkan perubahan yang sangat berarti, arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
Program tersebut memberi ruang kepada masyarakat menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya masing-masing.
Selain itu, Pemko Pekanbaru terus mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Di sisi lain, iklim investasi di Pekanbaru menunjukkan tren positif. Realisasi investasi hingga triwulan III tahun 2026 mencapai Rp8,6 triliun atau melampaui target pemerintah pusat maupun target Pemko Pekanbaru.
“Setiap investasi yang masuk adalah napas baru bagi penciptaan lapangan kerja dan masa depan anak-anak kita,” ujar Agung.
Kemudahan perizinan juga terus dilakukan. Pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Peningkatan Bidang Infrastruktur
Salah satu fokus perhatian pemerinah Kota Pekanbaru dibawah kepemimpina Agung Nugroho-Markarius Anawar adalah peningkatan dibidang infrastrukur.
Pemeritah kota saat ini telah memperbaiki lebih dari 42 kilometer jalan, peremejaan 42 halte, memasang lampu penerangan jalan hingga menghadirkan wifi gratis disejumlah titik ruang publik
Selain itu untuk mencegah banjir yang kerap kali terjadi, Pemko Pekanbaru juga telah melakukan normalisasi sungai sepanjan 78,2 kilometer/
Tata Kelola Keuangan dan ASN Makin Sehat
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan daerah senilai Rp467 miliar.
Pemerintah kota juga membayarkan tunjangan kinerja ASN selama 14 bulan penuh sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian aparatur.
Tidak hanya itu, sebanyak 5.137 PPPK paruh waktu resmi dilantik untuk memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor.
Budaya, Olahraga, dan Solidaritas Sosial Terus Tumbuh
Pemerintahan Agung–Markarius juga aktif menghidupkan budaya Melayu melalui Festival Kreatif Budaya Melayu yang digelar di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi.
Festival tersebut tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM.
Di bidang olahraga, Pemko sukses menggelar Pekanbaru 10K yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Selain itu, Stadion Mini Gelora Hang Tuah di Kecamatan Kulim juga resmi dioperasikan untuk mendukung pembinaan olahraga.
Dalam bidang keagamaan, Pekanbaru sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota dan berhasil meraih Juara II MTQ tingkat Provinsi Riau.
Solidaritas sosial juga ditunjukkan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total bantuan mencapai miliaran rupiah.
Raih Penghargaan Nasional
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Pemko Pekanbaru meraih penghargaan nasional dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan Kota Pekanbaru semakin terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Tetapi, menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Agung Nugroho.*** [Adv]


