Senin, 15 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Tanoto Foundation Ajak Jurnalis Perkuat Literasi Informasi
Rabu 29 April 2026, 19:55 WIB
👁22685
Teks : Foto bersama rekan jurnalis dengan Tanoto Foundation

Pekanbaru, berazam : Tanoto Foundation menggelar kegiatan Journalist Capacity Building dengan tema Transformasi Jurnalisme Berkualitas dan Profesional di Era Digital di Novotel Pekanbaru, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media di Riau sebagai upaya memperkuat kapasitas dan profesionalisme di tengah perkembangan digital.

Sejak pagi, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang berisi pemaparan materi dan diskusi. Selain menerima materi, para jurnalis juga berbagi pengalaman di lapangan, khususnya terkait tantangan kecepatan publikasi dan menjaga akurasi informasi.

Regional Lead Tanoto Foundation Sumatera, Dandi Satria Buana, mengatakan jurnalis memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik berbasis fakta.

"Peran jurnalis sangat strategis dalam memberikan jaminan bahwa informasi yang disajikan adalah fakta. Di era digital ini, jurnalis juga menjadi penggerak literasi di tengah masyarakat," ujarnya.

Menurut Dandi, perkembangan teknologi memudahkan siapa saja memproduksi dan menyebarkan informasi. Namun, kondisi tersebut menuntut jurnalis untuk tetap menjaga kualitas dan menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi, jurnalis dituntut untuk tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik agar tidak terjebak pada penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, salah seorang narasumber, Yefrizal menekankan pentingnya jurnalis menjaga kualitas informasi di tengah tuntutan kecepatan.

"Jurnalis harus mampu menguatkan perannya dalam menyajikan informasi yang akurat, edukatif, dan berdampak. Itu yang membedakan jurnalisme profesional dengan sekadar penyebaran informasi biasa," jelasnya.

Selain itu, materi juga disampaikan oleh wartawan senior Riau, Drs Wahyu El Panggabean MH MTBNSP CPCT. Ia membahas pentingnya etika jurnalistik dan verifikasi informasi dalam menjaga kredibilitas media di era digital.

Dalam pemaparannya, Wahyu menegaskan bahwa akurasi dan verifikasi menjadi kunci utama dalam setiap produk jurnalistik, termasuk dalam melindungi narasumber.

"Etika jurnalistik harus tetap dijaga, terutama dalam hal verifikasi informasi dan perlindungan narasumber. Jangan sampai kecepatan mengalahkan kebenaran," tegasnya.

Sepanjang kegiatan, peserta diajak memahami bahwa transformasi digital tidak hanya mengubah cara distribusi berita, tetapi juga pola kerja jurnalis di lapangan.

Diskusi juga mencakup berbagai isu praktis, seperti teknik verifikasi di era media sosial, pemanfaatan teknologi dalam peliputan, serta tantangan menjaga etika dalam produksi konten digital.

Melalui kegiatan ini, Tanoto Foundation berharap jurnalis di Riau semakin siap menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik

Bzam05




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top