Rabu, 17 Juni 2026

Breaking News

  • UIR Duduki Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Riau versi EduRank 2026   ●   
  • Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional   ●   
  • Karmila Sari Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah dan Perkuat Ukhuwah   ●   
  • Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031   ●   
  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
Dr Karmila Sari Dorong Pelestarian Candi Sintong sebagai Warisan Budaya
Minggu 26 April 2026, 19:01 WIB
👁10035

 

Sintong, berazamcom  - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi X, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, mengapresiasi pemutaran film dokumenter tentang kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir, khususnya di wilayah Sintong. Apresiasi disampaikannya saat menghadiri Seminar Penelitian Parit Kuno Candi Kuno dan Pemutaran Film Dokumenter Candi Sintong di Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu malam (25/4/2026).

Dr Karmila menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting yang tidak boleh diabaikan oleh masyarakat, terutama di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Menurutnya, kebudayaan menjadi benteng yang menjaga nilai-nilai sejarah, norma, dan etika agar tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

“Dengan kebudayaan, kita tidak melupakan sejarah, norma, dan etika. Di tengah derasnya arus globalisasi, kebudayaan inilah yang membentengi kita agar tetap beradab dan menghargai petuah leluhur,” ujarnya.

Dr karmila yang bermitra Komisi X dengan Kebudayaan RI, juga menekankan pentingnya upaya pelestarian budaya melalui edukasi dan sosialisasi kepada generasi muda. Hal tersebut, kata dia, dapat membentuk karakter yang kuat serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.

Dalam kesempatan itu, Karmila mendorong agar situs Candi Sintong segera didaftarkan secara resmi hingga ke tingkat nasional. Selain itu, Karmila menilai perlu adanya langkah konkret seperti pemugaran dan penyediaan informasi sejarah dalam bentuk prasasti agar masyarakat dapat mempelajari nilai sejarah secara langsung.

“Tidak cukup hanya didaftarkan, tetapi juga harus dibugar dan dikelola dengan baik. Kita perlu menghadirkan informasi sejarah yang bisa diakses kapan saja oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran di Kementerian Kebudayaan akibat efisiensi APBN. Namun demikian, Komisi X DPR RI tetap berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya melalui kolaborasi program dan kegiatan.

Lebih lanjut, Karmila mengusulkan agar kawasan Candi Sintong dikembangkan sebagai pusat kegiatan budaya, termasuk melalui penyelenggaraan event seperti pagelaran seni dalam program “Semarak Budaya”. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan adanya event budaya, masyarakat tidak hanya mengenal sejarah Candi Sintong, tetapi juga dapat merasakan dampak ekonomi dan sosialnya,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Candi Sintong menjadi bukti penting bahwa wilayah Rokan Hilir tidak hanya kaya akan sumber daya alam seperti minyak dan perkebunan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Karmila berharap upaya pelestarian ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat luas, tidak hanya di bidang kebudayaan, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Berita Pilihan

Berita Terkini
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top