Senin, 15 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Tim Gabungan di Kota Pekanbaru Ingatkan Pedagang Jangan Jual Minyakita di atas HET
Rabu 25 Februari 2026, 14:08 WIB
👁12473
Tim Saber Pelanggaran Harga Keamanan dan Mutu Pangan bersama Badan Pangan Nasional melakukan pengawasan di pasar tradisiona

 


Pekanbaru, berazamcom - Petugas gabungan mengingatkan para pedagang agar tidak menjual Minyakita dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Mereka harus menjual minyak goreng murah itu seusai HET, yakni Rp 15.700 per liter.

Tim Saber Pelanggaran Harga Keamanan dan Mutu Pangan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pengawasan di pasar tradisional. Mereka melakukan pengawasan di Pasar Agus Salim dan Pasar Cik Puan.

"Kami melakukan pengawasan harga bahan pangan saat Ramadan," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas.

Inspeksi mendadak ke dua pasar tradisional untuk memastikan bahan pokok seperti minyak goreng dijual dengan HET. Ia menegaskan bahwa tim Saber Pelanggaran Harga Keamanan dan Mutu Pangan bakal memberi sanksi kepada para pedagang yang menjual di ataa HET.

"Sesuai hasil pantauan dan pengawasan di kedua pasar itu, untuk Minyakita harganya sesuai dengan HET," tegasnya.

Dirinya menyebut bahwa tim juga melalukan pengawasan terhadap gejolak harga selama momen Ramadan. Ia menyampaikan pada pekan pertama bulan puasa harga bahan pangan masih stabil.

"Harga bahan pangan masih stabil, seperti cabai merah, bawan, beras dan daging sapi," paparnya.

Khairunnas menambahkan bahwa tim gabungan bukan cuma mengawasi gejolak harga di pasar tradisional. Mereka juga melakukan pengawasan di supermarket dan distributor bahan pangan. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top