Sabtu, 12 September 2026

Breaking News

  • Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba   ●   
  • Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba   ●   
  • UIR Bersama Komisi X DPR RI dan Kemdiktisaintek Gelar Workshop Pemanfaatan AI dalam Penelitian dan Pembelajaran   ●   
  • Dheni Kurnia Lantik Pengurus JMSI Dumai, Syafriadi Minta Tingkatkan Kualitas Wartawan   ●   
  • Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada   ●   
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Hari Kamis 19 Februari 2026
Selasa 17 Februari 2026, 20:47 WIB
👁41411

 

Jakarta, berazamcom - Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

"Sidang isbat telah selesai dilaksanakan. Awal Ramadan 1447 H jatuh pada haru Kamis 19 Februari 2026 ” ujar Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers usai sidang.

Sidang isbat tersebut dihadiri berbagai lembaga dan unsur masyarakat, antara lain Komisi VIII DPR RI, MUI, BMKG, BRIN, hingga perwakilan ormas Islam dan pesantren.

Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara kolektif dan berbasis kajian ilmiah.

Hasil sidang isbat pemerintah berbeda dengan keputusan PP Muhammadiyah yang lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Adapun tidak serentaknya awal Ramadhan muncul dari perbedaan metodologi. Muhammadiyah menggunakan hisab murni berbasis kalender global yang sudah ditentukan sebelumnya.

Walau sama-sama bersandar pada perhitungan astronomi, kerangka fikih dan sistem penetapannya berbeda.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan secara bijak dan saling menghargai.

"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar dalam keterangan tertulis, Selasa. (*)

 

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top