Senin, 15 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
BMKG Deteksi 40 Titik Panas di Riau Hari Ini
Senin 02 Februari 2026, 10:16 WIB
👁27684
Ilustrasi

 

Pekanbaru, berazamcom - Aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 160 hotspot terdeteksi pada Senin (2/2/2026), dengan sebaran terbanyak berada di Provinsi Kepulauan Riau dan Riau.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengatakan, lonjakan hotspot ini menjadi indikator awal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan dominasi lahan gambut.

“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 160 titik. Konsentrasi tertinggi berada di Kepulauan Riau sebanyak 49 titik dan Riau 40 titik,” ujarnya.
Baca juga: 65 Hotspot Terdeteksi di Sumatera Hari ini, Riau 9 Titik Panas

Berdasarkan pemantauan BMKG, rincian sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi Aceh 26 titik, Jambi 13 titik, Sumatera Barat 2 titik dan Sumatera Selatan 1 titik.

Kemudian Sumatera Utara 14 titik, Kepulauan Riau 49 titik, Bangka Belitung 15 titik dan Riau 40 titik.

Di Provinsi Riau, hotspot terdeteksi hampir merata di sejumlah kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Indragiri Hilir 12 titik, Kabupaten Pelalawan 11 titik dan Kabupaten Bengkalis 7 titik.
Baca juga: Hotspot di Sumatera Turun Signifikan, Riau Tersisa 9 Titik Panas

Kemudian, di Kabupaten Kepulauan Meranti 5 titik, Kabupaten Siak 2 titik, Kota Dumai 2 titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah, aparat, serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan kebakaran yang memiliki tutupan lahan gambut dan aktivitas pembukaan lahan.

“Hotspot merupakan indikator awal. Diperlukan respons cepat lintas sektor agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang meluas,” tegasnya.
Baca juga: Inhil Terbanyak, Hotspot Riau Meningkat Jadi 62 Titik Pagi Ini

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top