Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
'Jangan Durhakai Ibumu'':  Pesan Haru  Jenderal TNI untuk Prajurit di Tengah Duka Bencana Sumatra 
Senin 29 Desember 2025, 12:11 WIB
👁70985
Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution

 

Pekanbaru, berazamcom — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyisakan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Hingga Senin, 15 Desember 2025, tercatat sedikitnya 1.016 jiwa meninggal dunia dan 212 orang dinyatakan hilang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka dengan jumlah yang belum sepenuhnya terdata.

Di tengah duka nasional tersebut, sebuah pesan menyentuh datang dari Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, alumni AKABRI Darat 1984 sekaligus mantan Gubernur Riau. Melalui sebuah tulisan reflektif yang sarat nilai moral, sejarah, dan keimanan, ia menyampaikan seruan nurani kepada para prajurit TNI yang masih aktif berdinas.

“Sebagai senior kalian yang telah purna, saya sangat sedih melihat kondisi di Pulau Sumatra. Beberapa kali air mata duka ini menetes,” tulis Edy Natar membuka pesannya.

Ia mengingatkan kembali sebuah prinsip fundamental yang telah ditanamkan sejak pendidikan militer di Lembah Tidar: “Rakyat adalah ibu kandung TNI.” Menurutnya, slogan tersebut bukan sekadar jargon, melainkan hakikat kelahiran Tentara Nasional Indonesia itu sendiri.

“TNI tidak lahir sebelum Indonesia merdeka. Justru TNI lahir dari rahim rakyat setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945,” tegasnya.

Edy Natar kemudian mengajak para prajurit untuk menengok kembali sejarah. Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang lahir pada 5 Oktober 1945, cikal bakal TNI, dibentuk oleh berbagai elemen rakyat: guru, kiai, santri, pemuda lintas suku dan agama, hingga para rohaniawan.

Sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman pun diingatkannya sebagai teladan kesederhanaan dan pengabdian—seorang guru Muhammadiyah yang lebih dikenal sebagai “Pakde” atau “Pak Kiai” sebelum menyandang pangkat jenderal. “Sejarah ini sakral dan tidak boleh kita lupakan,” tulisnya.

Dalam pesannya, Edy Natar juga menautkan nilai sejarah tersebut dengan ajaran agama. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang ridho Allah yang bergantung pada ridho orang tua, terutama ibu. Karena itulah, menurutnya, membiarkan rakyat—sebagai ibu kandung TNI—berada dalam duka dan penderitaan adalah bentuk kedurhakaan yang harus dihindari.
“Hari ini ibu kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar sedang menangis,” tulisnya dengan nada tegas sekaligus lirih.

“Tidak boleh ada kata sulit, tidak boleh ada alasan belum ada perintah. Perintah mengabdi kepada ibu kandung datang langsung dari Allah SWT.”

Ia menyerukan agar prajurit TNI di mana pun berada melakukan apa pun yang bisa dilakukan: terjun langsung ke lokasi bencana, membantu melalui jalur satuan, menggalang bantuan, hingga sekadar mengirimkan doa bagi para korban.

Bagi Edy Natar, pengabdian kepada rakyat bukan soal sorotan media. Ia mengakui dan menghormati banyak prajurit yang telah bekerja tulus di lapangan tanpa liputan. Tulisan ini, katanya, hanyalah pengingat dari seorang abang kepada adik-adiknya.

“Salah satu dosa terbesar seorang anak adalah membiarkan ibunya berada dalam duka dan nestapa, apalagi sampai meneteskan air mata,” tulisnya menutup pesan.

Dengan nada penuh kasih dan keprihatinan, Edy Natar berharap seruan ini menjadi penguat nurani bagi seluruh prajurit TNI untuk terus setia pada jati diri mereka: anak kandung rakyat Indonesia.

“Semoga bermanfaat. Selamat bertugas, adik-adikku tercinta.” (*)

 

Editor: Yanto Budiman

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top