Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Festival Pacu Sampan dan pacu Boat di Rantau Bais, Anggota DPR RI Karmila Sari Janjikan "Semarak Budaya" Tahunan
Senin 03 November 2025, 17:55 WIB
👁143684
Caption : Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara pemerintah daerah, anggota legislatif, sektor swasta (EMP), dan masyarakat dalam memajukan daerah.

Rantau Bais, Berazam.com : Festival Pacu Sampan dan Pacu Boat tahun 2025 yang digelar di Pulau Tilan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, resmi ditutup oleh Bupati Rokan Hilir, Datuk Setia Amanah, 2 November 2025. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ajang promosi potensi wisata daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara pemerintah daerah, anggota legislatif, sektor swasta (EMP), dan masyarakat dalam memajukan daerah.

Karmila Sari menyebutkan bahwa acara yang terselenggara merupakan bukti nyata dari kolaborasi kuat yang saling berkontribusi. "Acara ini menunjukkan bagaimana kita saling berkolaborasi, tidak hanya Bupati, saya sebagai anggota DPR RI, dan dari sektor swasta, yakni EMP," ujar Karmila Sari.

Ia menekankan bahwa sebuah gagasan tidak akan terwujud tanpa dukungan dana dan izin. Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Bupati, Penghulu, EMP, dan seluruh masyarakat.

Karmila Sari secara khusus menyoroti Rantau Bais, yang merupakan kampung halaman Bupati, sebagai contoh keberhasilan pembangunan. "Rantau Bais ini adalah kampungnya Pak Bupati. Tentu rasanya tidak heran bagaimana kita bisa mengembangkan kampung ini," katanya.

Ia berharap pembangunan dan pengembangan yang terjadi dapat berkelanjutan, mengingat pengembangan daerah tidak bisa dicapai hanya dalam satu atau dua tahun.

Untuk memastikan kawasan tersebut tetap hidup dan memberi manfaat ekonomi, Karmila Sari yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata di Komisi X, menjanjikan kegiatan rutin tahunan.

"Insya Allah setiap tahun akan kita lakukan acara Semarak Budaya di Pulau Tilan ini," janji Karmila Sari.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Semarak Budaya sangat penting untuk menyemarakkan daerah, mendorong transaksi UMKM, dan menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menampilkan potensi mereka.

Festival Budaya, lanjutnya, juga membuka ruang untuk potensi lokal, termasuk menghidupkan kembali semangat tradisi seperti pacu sampan, mengingat Rokan Hilir merupakan kota nelayan.

Dalam kesempatan itu, Karmila Sari juga menyampaikan terima kasih kepada PT EMP atas kontribusi mereka, termasuk dalam perekrutan tenaga kerja lokal dari Rokan Hilir dan pembinaan seperti pelatihan barista.

Namun, ia juga menyampaikan harapan kepada EMP untuk turut memperindah fasilitas umum. "Kami berharap nanti masjid kami di depan agak dirapir-rapikan juga Pak," pintanya.

Ia menjelaskan, perbaikan tersebut penting karena akses masuk ke lokasi acara cukup panjang. Dengan tampilan depan yang asri dan indah, ia yakin akan semakin banyak orang yang tertarik dan langkah untuk beribadah pun menjadi lebih ringan.

Menyinggung potensi alam, Karmila Sari menyoroti Pulau Tilan seluas kurang lebih 500 hektare, yang memiliki beragam segmen, mulai dari pantai hingga hutan. Ia mengusulkan agar kawasan ini dikelola menjadi pusat edukasi.

"Sehingga nanti suatu saat ada namanya dunia perkemahan. Sekolah-sekolah bisa menempatkan ataupun memanfaatkan lahan," jelasnya.

Menurutnya, Rantau Bais memiliki keunikan karena menjadi satu-satunya kampung di Rokan Hilir yang memiliki pulau di dalamnya, sebuah potensi yang harus dimanfaatkan optimal meskipun ada tantangan seperti banjir musiman.

Karmila Sari berharap kawasan ini dapat dijadikan tempat edukasi, outbound, dan camp ground, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya Bupati Rokan Hilir, H Bistamam, menegaskan bahwa Pulau Tilan memiliki posisi strategis dan menjadi harapan baru bagi pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Pulau Tilan memiliki ciri khas tersendiri dan ke depan Pemerintah Daerah akan membangun jembatan gantung untuk menghubungkan Pulau Tilan agar akses menuju lokasi semakin mudah,” ujar Datuk Setia Amanah.

Acara penutupan festival ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, staf ahli bupati, Kadis PUTR, Kadis Kominfotiks, Camat Tanah Putih, serta penghulu Rantau bais Festival Pacu Sampan dan Pacu Boat 2025 ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi masyarakat, melestarikan budaya lokal, dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun pariwisata Rokan Hilir yang berkelanjutan.

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top