Pekanbaru, berazamcom - Jumlah titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera kembali meningkat pada Jumat pagi (14/11/2025).
Berdasarkan pembaruan BMKG terdeteksi 34 titik panas, dengan 19 titik berada di Provinsi Riau, dan masih menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Sumatera.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, peningkatan titik panas ini didominasi wilayah pesisir dan daratan bagian timur.
"Dari 19 titik panas di Riau, 14 berada di Bengkalis, selebihnya di Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Dumai," terangnya.
Selain Riau, titik panas juga ditemukan di beberapa provinsi lain seperti Sumatera Barat (10 titik), Sumatera Utara (2 titik), Jambi (2 titik), dan Lampung (1 titik). Kondisi cuaca cerah berawan sejak pagi diduga ikut memicu pengeringan permukaan lahan di sejumlah wilayah.
Bengkalis kembali menjadi daerah dengan sebaran hotspot tertinggi.
Konsentrasi titik panas di wilayah pesisir ini menunjukkan adanya potensi peningkatan suhu permukaan yang lebih cepat dibanding wilayah lain.
BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran.
Meski jumlah titik panas di Riau tergolong tinggi, BMKG menegaskan bahwa hotspot tidak selalu berarti kebakaran lahan sudah terjadi.
Hotspot merupakan indikasi awal yang perlu dipantau lebih lanjut oleh pihak terkait, terutama di wilayah rawan. (*)


