Ir. H. Nasrun Effendi, MT
Pangkalanbaru, berazamcom - Ir. H. Nasrun Effendi, MT secara resmi dikukuhkan sebagai Datuk Ganti Penghulu Adat Melayu Ninik Mamak Ompek Batu Ulayat Buluhnipis Desa Pangkalanbaru dalam sebuah prosesi adat yang khidmat, Ahad (15/6/2025) atau 19 Zulhijjah 1446 H. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Datuk Maha Raja Besar Suardi, pucuk adat Ulayat Buluhnipis, di Balai Adat Pangkalanbaru, Siak Hulu, Kampar.
Pengukuhan ini dilakukan menyusul wafatnya pemangku sebelumnya, Drs. H. Syaifuddin Effendi, pada Desember tahun lalu. Penunjukan Nasrun Effendi sebagai Datuk Ganti telah melalui musyawarah anak kemenakan dan pertimbangan sesuai alur ranji serta kelayakan adat.
“Pemilihan Datuk Ganti sudah dimusyawarahkan secara mufakat, mempertimbangkan nasab, kepatutan, serta kesiapan beliau memikul amanah adat,” jelas Datuk Maha Raja Besar Suardi dalam sambutannya.
Sebagai Datuk Ganti, Nasrun akan memimpin empat kaum suku dalam ulayat Buluhnipis, yaitu kaum suku Melayu, Domo, Meliling, dan Dayun. Tiap suku memiliki datuk tersendiri yang berasal dari kaum tersebut. Struktur adat di wilayah ini menganut sistem matrilineal, dan teguh memegang prinsip “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.”
Acara ini turut dihadiri para Datuk Adat dari desa sekitar, Kepala Desa Pangkalanbaru beserta perangkatnya, lembaga desa seperti BPD dan LPM, serta tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, dan ratusan warga. Sekitar 300 orang memenuhi balai adat, menyambut acara dengan antusias.

Tradisi seni budaya juga turut menyemarakkan prosesi, di antaranya penampilan Gondang Ogung, Tari Persembahan, dan Pencak Silat, yang menjadi simbol keluhuran nilai adat Melayu.
Selain pengukuhan Datuk Ganti, juga dilakukan pelantikan Kepala Kesatuan Dubalang Adat, yang dipercayakan kepada Datuk Panglimo (Purn. Pol) H. Jasri. Dubalang yang terdiri atas 100 personil ini akan menjadi perpanjangan tangan Datuk Ganti dalam menjaga ketertiban di tengah masyarakat, bersinergi dengan kepolisian dan aparat keamanan setempat.
Dalam pidatonya, Datuk Ganti H. Nasrun Effendi mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Amanah ini berat, tapi insyaAllah akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Terima kasih kepada anak kemenakan, tokoh adat, dan seluruh masyarakat yang telah memberi kepercayaan,” ujar Nasrun.
Ia juga menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga adat, terutama dalam proses pengambilan kebijakan publik.
“Saya harap setiap keputusan yang menyangkut masyarakat dapat melibatkan Penghulu Adat. Sebab adat tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat kita,” pesannya.
Menutup petuah adatnya, ia mengingatkan anak kemenakan agar tetap menjunjung nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau adat terjaga, maka peradaban kita ikut terangkat. Sebab orang beradat adalah orang yang tahu arah,” ucapnya.
Acara ditutup dengan makan siang bersama dalam tradisi bajambau, sebagai simbol kekeluargaan dan rasa syukur atas keberlangsungan adat di tanah Buluhnipis.*
[]bazm01/relis


