IlustrasiKontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang akan digelar pada 27 November semakin dekat. Tiga pasangan calon akan berlomba merebut suara pemilih yang terdaftar dalam DPT. Tiga wilayah besar, yakni Pekanbaru, Kampar, dan Indragiri Hilir, menjadi kunci utama dalam menentukan pemenang.
Baru-baru ini, kubu 03 mengklaim unggul di Pekanbaru dengan elektabilitas mencapai 34 persen. Sementara itu, kubu 01 sudah lebih dulu memimpin di Pekanbaru. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kubu masih bersaing ketat, dengan posisi yang hampir setara. Tentunya, klaim kubu 03 ini perlu dipertimbangkan kredibilitasnya, mengingat survei mereka menggunakan lembaga survei yang berbeda dengan lembaga survei LSI Denny JA yang digunakan kubu 01. Untuk diketahui lembaga survei Denny JA sudah terbukti dalam memotret pertarungan elektoral baik skala lokal maupun nasional.
Secara keseluruhan, meskipun kubu 03 mengklaim unggul di Pekanbaru, hal itu tidak otomatis menjamin kemenangan mereka di tingkat provinsi. Menurut hasil survei LSI Denny JA pada Oktober, kubu 01 unggul secara komprehensif di hampir semua kabupaten dan kota di Riau. Pasangan calon dari kubu 01 yang mengusung tagline "BERMARWAH" memiliki elektabilitas yang lebih tinggi di seluruh wilayah Riau.
Salah satu alasan ketertinggalan kubu 03 adalah turunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pasangan calon tersebut. Faktor ini menjadi "handicap" atau kesulitan yang dimanfaatkan oleh kubu 01 untuk memperbaiki citra dan memperluas dukungan di lapangan. Kenaikan elektabilitas kubu 01 tidak lepas dari keberhasilan tim manajemen dalam mengelola kombinasi birokrat dan politisi, serta aksi nyata dalam pembangunan, seperti peningkatan infrastruktur jalan selama masa jabatan SF Hariyanto sebagai Pj Gubernur Riau.
SF Hariyanto, dengan kepiawaiannya dalam menangkap momentum, berhasil memajukan pembangunan jalan yang kini sudah 100 persen mulus di Pekanbaru. Sementara jalan yang masih bermasalah adalah kewenangan Pemko Pekanbaru. Aksi nyata ini berperan besar dalam memperbaiki citra pemerintah provinsi dan mendongkrak elektabilitas kubu 01.
Selain itu, kabupaten-kabupaten lain seperti Dumai, Indragiri Hulu (Inhu), dan Bengkalis juga merasakan dampak positif dari dukungan Pemprov Riau di era Pj Gubernur SF Hariyanto. Hal ini semakin memperkuat popularitas kubu 01 di kalangan pemilih.
Meskipun kubu 02 turut bertarung dalam Pilgubri, kompetisi utama sepertinya tetap berlangsung antara kubu 01 dan 03. Secara matematis, pasangan BERMARWAH (Wahid-SF Hariyanto) lebih unggul, tetapi tantangan terbesar kini adalah bagaimana pasangan ini mempertahankan momentum positif yang telah tercipta hingga hari pencoblosan.
Pemilih di Riau sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik mereka. Dengan semakin sulitnya praktik politik uang dan politik yang mengandalkan isu-isu sensitif seperti "Gentong Babi", peluang kubu 02 untuk memenangkan pemilihan semakin tipis. Meskipun didukung oleh partai besar seperti Gerindra dan Demokrat, kecil kemungkinan Prabowo Subianto dan SBY akan turun tangan langsung untuk mengendorse pasangan calon ini.
Dalam politik, ada adagium yang mengatakan, "Jika ingin menguji karakter seseorang, beri dia kekuasaan." Menjelang Pilgubri 2024, masyarakat Riau, khususnya yang terdaftar dalam DPT, akan menguji karakter dan kapasitas pasangan calon mereka.
Pilkada tinggal 15 hari lagi. Di bilik suara, masing-masing pemilih akan menentukan pilihan mereka. Apakah mereka memilih nomor 01 (Wahid-SF Hariyanto), nomor 02 (NAWAITU), atau nomor 03 (Suwai)? Kita tunggu hasilnya.
Penulis Adalah Pemerhati Politik Lokal dan Nasional yang Belum lama Ini telah mencetak dan meluncurkan buku Merudal Politik Nasional dari Riau.


