Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Ketua Komisi III DPRD Riau Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dengan Kemendagri
Selasa 23 Juli 2024, 11:17 WIB
👁18038
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Markarius Anwar, mengikuti Rakor pengendalian inflasi daerah secara virtual

Pekanbaru, berazamcom - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Markarius Anwar, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual (zoom meeting), di Riau Command Center Gedung Menara Lancang Kuning Pemerintah Provinsi Riau, Senin (22/7/2024).

Rapat tersebut dibuka langsung oleh Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Sohir, diikuti oleh sejumlah narasumber dan para Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Gubernur, Bupati dan Walikota yang terhubung secara virtual.

Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Sohir saat memimpin Rakor tersebut menyampaikan, secara nasional pada minggu ke-tiga beberapa komoditas pangan turut mengalami kenaikan dibeberapa daerah diantaranya adalah cabai rawit di 187 daerah, minyak goreng di 157 daerah dan beras di 116 daerah.

Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah daging sapi 1,8786, cabe rawit 0,3181, jeruk 0,1566 dan cabe merah 0,11702. Nilai indeks perkembangan harga (IPH) ke-empat komoditas itu adalah 0,43 persen.

Selain kelompok makanan, penyumbang inflasi nasional lainnya pada Juli adalah pendidikan. Selama empat tahun kebelakang, inflasi pendidikan tertinggi terjadi pada 2023 sebesar 0,66 persen.

Selain itu, terkait perkembangan inflasi di daerah, Tomsi Sohir mengimbau seluruh Kepala Daerah yang inflasinya berada diatas 2,51 persen agar terus mengupayakan secara terencana, dan memahami betul produk atau barang apa yang memungkinkan inflasinya naik, sekaligus upaya-upaya yang dilakukan agar bersifat permanen. [Adv]




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top