Jumat, 12 Juni 2026

Breaking News

  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
  • Buka OSIS Cup I SMPN 5 Kerinci Kanan, Bupati Afni Ajak Pelajar Isi Waktu dengan Kegiatan Positif   ●   
  • Dorong Penguatan Sinergi Daerah, Bupati Ahmad Yuzar Terima Audiensi IKM Kampar   ●   
  • Jumlah Pegawai Membludak, Pemprov Riau Pastikan Tidak Rekrut PNS Baru Tahun Ini   ●   
Akhir Mei 2024, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.588 T
Senin 15 Juli 2024, 11:35 WIB
👁835351
Ilustrasi

Jakarta, berazamcom - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat sebesar US$407,3 miliar per Mei kemarin.

Utang itu tumbuh 1,8 persen secara year on year (yoy). Bank Indonesia dalam keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (15/7) mengatakan utang itu dihimpun oleh dua pihak.

Pertama, pemerintah yang pada Mei memiliki utang luar negeri US$191 miliar. Utang luar negeri ini pertumbuhannya terkontraksi 0,8 persen, setelah pada April 2024 terkontraksi sebesar 2,6 persen.

BI menyatakan utang luar negeri pemerintah dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik, seiring dengan sentimen positif kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Sementara kedua, swasta. BI mencatat utang luar negeri swasta pada Mei 2024 tercatat US$197,6 miliar. Perkembangan utang luar negeri swasta tersebut terutama bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 2,6 persen.

Sementara itu, utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) tumbuh sebesar 0,1 persen (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, utang luar negeri swasta itu swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,9 persen dari total ULN swasta.

BI menyatakan utang luar negeri itu sejauh ini masih aman dan terkendali. Hal ini tercermin dari rasio utang Iterhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8 persen.

Keamanan juga tercermin dari komposisi yang didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,9 persen.(*)


Sumber: CNNIndonesia.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top