Jumat, 12 Juli 2024

Breaking News

  • Maju Pada Kontestasi Pilkada, Pj Bupati Inhil Herman Mengundurkan Diri, Pemprov Usulkan Tiga Nama Pengganti   ●   
  • Dinilai Berhasil Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pj Gubri Serahkan Penghargaan kepada Sejumlah Sekolah di Riau   ●   
  • KPU Kabupaten/Kota Diminta Segera Lakukan Koordinasi Terkait Persiapan Tahapan Pencalonan Pilkada 2024   ●   
  • Hanura Usung H Bistamam dan Jhony Charles di Pilkada Rohil 2024   ●   
  • KPU Riau Bahas Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024   ●   
Balongub M Nasir Berkunjung ke LAMR, Raja Marjohan Buka Suara
Rabu 10 Juli 2024, 11:30 WIB
Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf

Pekanbaru, berazamcom - Kehadiran bakal calon kepala daerah ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau beberapa waktu lalu mendapat tanggapan negatif. Hal ini terjadi ketika pasangan bakal calon (bacalon) Gubernur Riau, M Nasir dan HM Wardan, mengunjungi LAMR beberapa waktu lalu.

Padahal, LAMR sebagai rumah besar masyarakat Melayu, selalu bersikap independen atau tidak memihak pada salah satu calon. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, kepada media ini, Rabu (10/7/2024) di Pekanbaru.

"LAMR terbuka untuk siapa saja. Rumah besar ini pintunya tidak terkunci, tudungnya tidak tertutup. Jadi, siapa pun yang datang ke LAMR akan kami terima. Ingat, Riau tidak akan pernah sesak dengan masuknya pendatang. Melayu di sini bukan hanya berarti suku, tetapi juga sifat," ungkap Marjohan.

Pernyataan Marjohan ini muncul menyusul kritik pedas dari banyak tokoh terhadap sikap LAMR dalam perpolitikan di negeri ini.

"Terkait politik, LAMR tetap independen. Kami memberikan panduan tentang tunjuk ajar Melayu, bukan untuk menggurui, tetapi hanya sebagai pengingat. LAMR tidak pernah menyatakan dukungan kepada salah satu bakal calon. Kami hanya menjelaskan kriteria pemimpin berdasarkan agama dan adat budaya Melayu," tegasnya.

Panduan ini disampaikan Marjohan kepada siapa pun yang berkunjung ke LAMR, tanpa memandang suku atau agama.

"Setidaknya mereka harus memiliki kredibilitas, kapasitas, visioner, dan komunikatif. Kalau bisa, memiliki karakter kepemimpinan seperti Rasulullah: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan amanah), dan Fathonah (cerdas)," jelasnya lagi.

Menurutnya, hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam tunjuk ajar Melayu diibaratkan seperti "ditinggikan seranting didulukan selangkah". Dan LAMR sangat berkepentingan untuk memberikan panduan dan mengingatkan siapa pun yang ingin menjadi pemimpin di negeri ini.(*)

 


Laporan: Benny Hendra
Editor    : Yanto Budiman




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top