Jumat, 12 Juli 2024

Breaking News

  • Maju Pada Kontestasi Pilkada, Pj Bupati Inhil Herman Mengundurkan Diri, Pemprov Usulkan Tiga Nama Pengganti   ●   
  • Dinilai Berhasil Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pj Gubri Serahkan Penghargaan kepada Sejumlah Sekolah di Riau   ●   
  • KPU Kabupaten/Kota Diminta Segera Lakukan Koordinasi Terkait Persiapan Tahapan Pencalonan Pilkada 2024   ●   
  • Hanura Usung H Bistamam dan Jhony Charles di Pilkada Rohil 2024   ●   
  • KPU Riau Bahas Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024   ●   
Dinamika Persaingan Calon Gubernur Riau: Antara Spekulasi dan Persaingan Kekuatan Politik
Sabtu 22 Juni 2024, 18:14 WIB
Muhammad Nasir

Pekanbaru berazamcom - Menjelang Pilgubri, suasana politik semakin memanas di Riau dengan sejumlah bakal calon yang mulai melakukan manuver politik dengan partai politik. Namun, hingga kini, proses tersebut belum menunjukkan progres yang memadai bagi masyarakat Riau maupun penyelenggara Pemilu.

Ditengah ketidakpastian tersebut, spekulasi dan asumsi pun mulai bermunculan dari berbagai pihak, baik dari publik maupun pengamat politik. Seperti permainan strategis dalam sepak bola, persaingan Pilgubri Riau pun terasa semakin intens. Namun, belum ada figur yang mampu menjadi pahlawan atau pengatur strategi yang dominan.

Sementara itu, pemandangan dari kanal media sosial dan media utama juga masih dipenuhi dengan premis dan persepsi terhadap calon Gubernur Riau yang ada.

Di antara para sosok yang kerap disorot, terdapat Edy Natar Nasution, Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Riau. Edy pernah menjabat sebagai Gubernur Riau definitif selama beberapa bulan, serta sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur bersama Syamsuar sebagai Gubernur.

Dikabarkan bahwa Edy Natar Nasution menjadi salah satu kandidat kuat yang direncanakan akan berpasangan dengan Prof. Sofyan Siroj, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Duet ini direncanakan akan didukung oleh Partai Nasdem dan PKS, yang telah menjalani proses politik dari tingkat lokal hingga nasional.

Jika melihat komposisi jumlah kursi dari hasil pileg 2024, Partai PKS telah memperoleh 10 kursi, sedangkan Nasdem 6 kursi, dengan total 16 kursi. Jumlah ini dianggap cukup untuk memuluskan jalannya Edy Natar Nasution sebagai calon Gubernur dengan pasangannya Prof. Sofyan Siroj.

Selain Edy Natar Nasution, terdapat juga incumbent Gubernur Riau, Syamsuar, yang berhasil lolos ke parlemen dari Dapil Riau satu pada Pileg sebelumnya. Meskipun demikian, Syamsuar tetap menjaga momentum politiknya terkait Pilgubri, dan bersiap untuk menghadapi konsekuensi mundur dari posisi caleg terpilih.

Menyikapi fenomena ini pengamat sosial politik Riau Fauzi Kadir saat diminta sumbangsih pemikiran nya mengatakan Pilgubri tahun ini sangat penting untuk dikritisi. Selain para balon yang muncul tidak memiliki sensitivitas terhadap lingkungan juga tidak punya konsep yang jelas.

"Saya belum bisa bicara banyak karena hingga saat ini belum ada satupun calon yang ditetapkan sebagai kandidat yang akan bertanding di Pilgubri. Namun secara overall saya coba memberikan pencerahan kepada publik agar para saat hari H nanti berhati-hati memilih pemimpin. Jangan sampai terjerumus dalam pragmatisme politik yang suatu waktu berpotensi merugikan masyarakat Riau. Ini tidak bisa kita diamkan. Harus ada upaya untuk menjadikan musuh bersama (comman enemy) bagi mereka yang ingin bermain-main di Pilgubri,," kata Fauzi Kadir kepada berazamcom, Sabtu (22/6/2024).

Pernyataan musuh bersama ini memang sangat relevan. Sebab ada salah seorang balon Gubri yang diduga ingin mengkooptasi Parpol demi memuaskan hasrat politik nya. Malah ada informasi terkini meskipun masih perlu dibuktikan, balon tersebut ingin mengganggu partai Nasdem yang jelas jelas sudah diarahkan untuk balon Edy Natar Nasution. "Saya dengar partai Nasdem sudah ditetapkan untuk mengusung Edy Natar Nasution dan sudah mau diteken rekomendasi atau SK nya. Tapi ada saja yang mau mengganjal," ujar sumber yang namanya minta dirahasiakan. "Namun saya masih tetap yakin bahwa Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh tetap mengutamakan kadernya," imbuhnya.

Dengan dinamika persaingan yang semakin memanas, Pilgubri Riau tahun ini menjadi sorotan utama dalam arena politik lokal.


Laporan: Benny Hendra
Editor    : Yanto Budiman




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top