Jumat, 12 Juli 2024

Breaking News

  • Maju Pada Kontestasi Pilkada, Pj Bupati Inhil Herman Mengundurkan Diri, Pemprov Usulkan Tiga Nama Pengganti   ●   
  • Dinilai Berhasil Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pj Gubri Serahkan Penghargaan kepada Sejumlah Sekolah di Riau   ●   
  • KPU Kabupaten/Kota Diminta Segera Lakukan Koordinasi Terkait Persiapan Tahapan Pencalonan Pilkada 2024   ●   
  • Hanura Usung H Bistamam dan Jhony Charles di Pilkada Rohil 2024   ●   
  • KPU Riau Bahas Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024   ●   
CERI Dukung Gerak Aceh Usut Dugaan Korupsi Program Bea Siswa di Aceh
Rabu 12 Juni 2024, 15:10 WIB
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman

Jakarta, berazamcom - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman mendukung penuh pengungkapan dugaan korupsi Program Bea Siswa Pemerintah Aceh yang diduga melibatkan anggota DPRA yang masih aktif dan tidak aktif lagi.

“Kami sepakat dengan Gerak Aceh agar Majelis Hakim dan JPU bisa menghadirkan ke 21 anggota DPRA yang diungkap oleh pengakuan terdakwa Dedi Safrizal (mantan anggota DPR Aceh) di hadapan Majelis Hakim. Pasalnya, hal itu merupakan fakta persidangan yang disumpah di bawah Alquran,” kata Yusri dalam rilis yang diterima, Rabu (12/6).

Selain itu, kata Yusri, mengingat kasus ini disidik oleh Diskrimsus Polda Aceh sejak lama, maka pihaknya meminta atensi Mabes Polri dan Kejagung untuk memberikan atensi khusus kepada Polda Aceh dan Kajati Aceh agar bisa mengungkap secara tuntas modus oknum anggota DPRA dalam memainkan anggaran belanja daerah.

“Kasihan banyak rakyat Aceh masih menderita akibat kemiskinan. Kita juga harus menjaga nama baik institusi Polri dan Kejaksaan di daerah,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menyelidiki keterlibatan 21 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh yang diduga terlibat dalam korupsi program beasiswa Pemerintah Aceh tahun 2017 sebesar Rp 22 miliar.

“21 anggota DPRA tersebut terungkap terlibat berdasarkan pengakuan terdakwa Dedi Safrizal (mantan anggota DPRA). Dedi Safrizal sedang dijadikan saksi kunci perkara dugaan korupsi program beasiswa. Pengakuan Dedi menjadi bukti baru untuk dilakukan pengembangan atas dugaan keterlibatan pihak lain,” kata Askhalani.

Dikatakan, atas pengakuan tersebut majelis hakim memiliki wewenang penuh untuk memerintahkan JPU untuk melakukan penyelidikan terhadap 21 anggota DPRA yang disinggung di persidangan. KPK, kata Askhalani, harus turun tangan menangani perkara tersebut dengan membentuk unit supervisi dan mengusut tuntas kasus tersebut. (CERI)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top