Jumat, 12 Juli 2024

Breaking News

  • Maju Pada Kontestasi Pilkada, Pj Bupati Inhil Herman Mengundurkan Diri, Pemprov Usulkan Tiga Nama Pengganti   ●   
  • Dinilai Berhasil Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pj Gubri Serahkan Penghargaan kepada Sejumlah Sekolah di Riau   ●   
  • KPU Kabupaten/Kota Diminta Segera Lakukan Koordinasi Terkait Persiapan Tahapan Pencalonan Pilkada 2024   ●   
  • Hanura Usung H Bistamam dan Jhony Charles di Pilkada Rohil 2024   ●   
  • KPU Riau Bahas Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024   ●   
Dipelopori Direktur Narkoba Kombespol Witarsa Aji, Wajah Kampung Miras Berubah Menjadi Kampung Aren
Rabu 29 Mei 2024, 21:33 WIB

Gorontalo , berazamcom - Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Gorontalo sukses mengubah wajah beberapa kampung di Kabupaten Sulawesi Tenggara menjadi daerah yang punya nilai ekonomis tinggi. 

Perlahan tapi pasti, pola pikir warga dalam memanfaatkan pohon enau yang selama ini dijadikan sebagai sumber penghasil minuman keras (Arak), kini bisa menjadi  tanaman produktif yang menghasilkan gula aren yang memiliki nilai jual tinggi.

Selama ini, Gorontalo dikenal sebagai daerah dengan tingkat kejahatan yang tinggi. Dari data yang ada, sepanjang tahun 2020 terdapat 230 kasus pidana. Seperti, penganiayaan, pemerkosaan, KDRT, pencurian, dan sebagainya. Semuanya bermula dari kegemaran masyarakat dalam mengkonsumsi minuman beralkohol.

Minuman Keras (Miras) cap Tikus sangat mendominasi penegakkan hukum di bumi Serambi Madinah tersebut. Karena supply endemad dan cara mendapatkannya yang mudah, murah, dan memabukkan. Hal ini tentu saja sangat kontradiktif dengan sebutan Bumi Gorontalo sebagai Serambi Madinah yang menanamkan nilai-nilai ajaran Islam.

Sejak akhir tahun 2019 hingga tahun 2020, Polda Gorontalo telah tiga kali melakukan pemusnahan Miras cap Tikus di beberapa lokasi. Total Miras cap Tikus yang dimusnahkan tersebut mencapai 87.221.000 liter.

Miras cap Tikus merupakan hasil kerja petani pohon aren yang memiliki nilai ekonomis dan harga jual. Di satu sisi, usaha ini untuk menopang kehidupan sebagian besar masyarakat pedesaan. Namun disisi lain dapat melahirkan gangguan Kamtibmas penyakit masyarakat.

Menyikapi hal ini, Direktur Narkoba Polda Gorontalo, Kombespol Witarsa Aji S.Ik, SH, MH dalam mengimplementasikan program prioritas Kapolri, pihaknya berinisiatif bagaimana bisa mengubah pola pikir (mindset) masyarakat petani aren agar tidak lagi memproduksi Miras cap Tikus.

Hingga muncul gagasan inovasi untuk mengedukasi masyarakat petani pohon aren beralih kepada pengolahan nira menjadi gula semut.

"Gagasan ini muncul setelah melihat banyak kasus pidana terkait Miras cap tikus. Dari sini kami mencoba melakukan instrumen untuk bagaimana mengubah pola pikir masyarakat petani aren agar tidak lagi memproduksi Miras. Secara ekonomis terangkat, Kamtibmas nya pun terjaga. Akhirnya tercetuslah ide untuk menjadikan petani memproduksi gula semut, tidak lagi arak yang selama ini dilakukan," ungkap Kombespol Witarsa Aji kepada awak media beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Witarsa Ali menyiapkan langkah-langkah perencanaan yang melibatkan Diresnarkoba Polda Gorontalo, melakukan survey lapangan, pemetaan jumlah pohon aren yang produktif dan yang tidak produktif, serta jumlah petani aren di Gorontalo.

Melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, serta elemen masyarakat untuk berdiskusi bersama-sama bersinergi untuk merubah pola pikir masyarakat petani pohon aren, dari pengolah Arak beralih ke pengolahan Gula Aren atau gula semut.

Hanya butuh waktu 5 bulan sejak gagasan ini digulirkan, upaya Ditsernarkoba Polda Gorontalo membuahkan hasil. Saat ini terdapat tiga wilayah pedesaan yang masyarakatnya sudah memproduksi Gula Aren berskala besar.

"Seluruh tempat produksi Miras cap Tikus telah dibongkar dan direhab menjadi tempat produksi gula aren. Sementara, masih ada sekitar 8 desa dan kelurahan yang sebagian besar masyarakatnya masih memproduksi Miras Cap Tikus. Dan ini menjadi kerja kita ke depan untuk melakukan pembinaan," terang Witarsa.

Kini, petani aren di tiga desa di Gorontalo sudah menata kehidupan yang lebih baik. Mereka tidak lagi merasa was-was atau ketakutan lagi. Karena gula aren yang mereka produksi adalah kerjaan halal yang membawa keberkahan.(*)


Editor: Yanto Budiman Situmeang




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top