Teks foto : Sumber screenshoot live youtube KOMPASTVPekanbaru, Berazam.com : Setelah penghitungan cepat Pilpres 2024 menunjukkan kemenangan sementara bagi pasangan calon (paslon) 02 Prabowo-Gibran, Prabowo Subianto langsung selebrasi dengan ribuan pendukungnya di Istora Senayan, Jakarta pada Rabu Malam (14/2/2024).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Rakyat yang menentukan, memutuskan, berhak mendapat pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat Indonesia.
"Dengan dukungan yang diberikan, mari kita lihat kedepan bangsa yang hebat selalu melihat kedepan, menyongsong masa depan, memang dengan kata-kata yang keras itu namanya kampanye, sekarang kampanye sudah selesai, kita bersatu kembali." jelas Prabowo saat pidato yang disiarkan secara langsung melalui kanal youtube KompasTV.
Menyadari adanya perbedaan dan ketegangan selama kampanye, Prabowo meminta masyarakat untuk melupakan kata-kata kasar dan fokus pada memperkuat persatuan.
"Mari kita lupakan kata-kata yang kasar, diantara saudara itu biasa, tapi bertengkar jangan menjadi perpecahan yang lama-lama." ungkapnya.
Prabowo juga mengingatkan nilai-nilai budaya Indonesia yang menjunjung kekeluargaan dan persaudaraan. "Budaya kita rakyat Indonesia tidak suka saling menjelek-jelekkan, menghujat. Ajaran orang tua kami, nenek moyang kami adalah 'miku-duwer-mendem-jero' (artinya: mangangkat yang baik, meninggalkan atau memendam yang kurang baik)" jelasnya.
Dalam masa merayakan hasil sementara dan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan saling mengingatkan. "Mari kita dengan tenang menunggu suara resmi dari KPU, kita jaga ketenangan, kita saling mengingatkan saudara-saudara, kita waspada negara seperti kita, negara sebesar kita, negara sekaya kita selalu di iri oleh kekuatan-kekuatan lain, untuk itu kita harus kompak, bersatu, rukun, saya dan mas Gibran serta koalisi Indonesia Maju kami akan bekerja sekeras tenaga untuk merajut, mengajak, menjalin kerukunan, kesatuan, kekeluargaan, kekompakan, kolaborasi untuk rakyat Indonesia." pungkasnya.
Laporan: Nurul
Editor. :Yanto Budiman


