Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Kontroversi Bullying Terhadap Mahasiswi Berjilbab di UIN SUTHA Jambi Berakhir Damai
Sabtu 14 Oktober 2023, 17:54 WIB
👁47771
Sumber foto: screenshoot akun tiktok @uinjambi

Pekanbaru, berazamcom - Kehebohan di dunia maya mencuat terkait dugaan tindakan bullying terhadap seorang mahasiswi berjilbab di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN SUTHA) Jambi. Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan sekelompok mahasiswa yang mendekati Cintria, mahasiswi berjilbab, di dalam sebuah lift kampus.

Video ini mendapatkan perhatian luas di media sosial, mendorong pihak kampus UIN SUTHA Jambi untuk segera memberikan klarifikasi pada tanggal 14 Oktober 2023.

Pihak kampus, bersama-sama dengan pelaku dan korban, menyampaikan klarifikasi melalui akun TikTok resmi UIN SUTHA Jambi dengan username @uinjambi. Klarifikasi awal yang disampaikan oleh pihak kampus, yang diduga mewakili pimpinan kampus tanpa menyebutkan nama dan jabatan, menjelaskan bahwa kedua belah pihak, pelaku dan korban, telah bertemu. Dalam pertemuan tersebut, para pelaku secara tegas meminta maaf secara tertulis atas tindakan mereka. Mereka juga berjanji untuk tidak mengulangi perilaku serupa, dengan peringatan bahwa sanksi tegas akan diberlakukan oleh pihak kampus UIN SUTHA Jambi jika melanggar janji tersebut.

Pihak kampus juga menegaskan bahwa tidak ada permintaan maaf yang diajukan oleh pihak kampus kepada korban dalam hal ini. Mereka hanya memberikan nasihat, terutama kepada para pelaku, agar berperilaku baik dan bijak di mana pun mereka berada, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Video klarifikasi ini juga mencakup himbauan kepada mahasiswa UIN SUTHA Jambi untuk tidak melakukan bullying terhadap sesama mahasiswa dan untuk tidak menyalahgunakan fasilitas kampus.

Selanjutnya, kelompok pelaku, yang terdiri dari 5 orang, termasuk Raja, Tegar, dan tiga rekannya, secara terbuka meminta maaf kepada korban, pihak kampus, dan masyarakat luas. Salah seorang dari mereka, Raja, menyatakan penyesalan mereka atas tindakan yang dilakukan kepada Cintria dan rekan-rekannya. Mereka juga meminta maaf atas penyalahgunaan sarana prasarana kampus dan atas penyebaran video yang sudah viral. Mereka siap menerima sanksi jika melanggar kembali.

Klarifikasi terakhir datang dari pihak korban, yang diwakili oleh saudara laki-laki Cintria dan juga mewakili teman-teman Cintria. Mereka menegaskan bahwa mereka telah memaafkan para pelaku dan tidak lagi mengajukan tuntutan terhadap mereka atau pihak kampus. Mereka menyebut bahwa masalah ini sudah selesai.

Mereka juga membantah bahwa pihak kampus memaksa Cintria untuk meminta maaf. Mereka menjelaskan bahwa video klarifikasi yang diunggah oleh Cintria adalah bukti bahwa insiden ini telah selesai, dan bukan permintaan maaf.

Terakhir, kakak laki-laki korban mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mengganggu  baik para pelaku maupun korban, karena mereka telah mencapai kesepakatan damai.

[]nurul/medsos




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top