Kamis, 23 Mei 2024

Breaking News

  • PJS Tolak RUU Penyiaran Baru, Potensi Mengintai Kemerdekaan Pers   ●   
  • Resmi Menjabat Pj Walikota Pekanbaru, Berikut Profil Risnandar Mahiwa   ●   
  • Risnandar Mahiwa Resmi Dilantik Sebagai Pj Walikota Pekanbaru   ●   
  • Irjen Pol Yan Fitri Membuka Secara Resmi Turnamen Sepakbola Piala Kapolda Kepri   ●   
  • Disdik Pekanbaru Terapkan PPBD Online Masuk SD Negeri Mulai Tahun Ini   ●   
IN MEMORIAM Ir H KUSAI MSi
Perginya Dosen Ramah, Humoris, dan Rendah Hati
Rabu 20 September 2023, 03:19 WIB
Almarhum Ir H Kusai MSi

KEPERGIAN Ir H Kusai MSi, dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (FPK UNRI), menghadap Sang Khalik pada Selasa (19/09/23) malam pukul 22.10 WIB, membawa duka yang mendalam dan terasa menyesakkan. Betapa tidak, almarhum pergi saat tanah pusara Dr Viktor Amrifo SPi MSi, koleganya sesama dosen FPK, masih memerah. Dr Viktor meninggal dunia persis tiga pekan lalu karena sakit. Kedua almarhum adalah rekan saya sesama pengajar di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan (SEP).

Kabar meninggalnya Ir Kusai pertama kali saya terima dari Dr Ir Adriman MSi dalam grup WhatsApp “Dosen UNRI”, 13 menit setelah almarhum menghembuskan nafas terakhir. Pria asal Kecamatan Kuok Kampar ini menghembuskan nafas terakhir dalam usia 62 tahun, di kediamannya Jalan Taman Karya XV No 1 Panam, Pekanbaru.  Tak lama berselang, kabar duka itu menyebar di berbagai grup WhatsApp di lingkungan UNRI yang saya ikuti. Melalui media sosial itu, para dosen dan mahasiswa silih berganti mengirimkan doa dan menyatakan duka yang dalam. 

Sangat wajar, lantaran semasa hidupnya, Ir Kusai termasuk sosok yang ramah dan mudah bergaul. Saya mengenal Kusai ketika sama-sama kuliah di almamater tempat kami mengajar sekarang. Dia angkatan 1981, satu tingkat di bawah saya. Tapi kami sudah akrab, karena usia hampir sama, hanya terpaut satu bulan. Keakraban itu makin terjalin karena kami sama-sama jadi dosen di jurusan dan laboratorium yang sama: Laboratorium Pengembangan Masyarakat Perikanan. 

Tidak sampai di situ, tahun 1992 kami sama-sama berangkat melanjutkan studi ke jenjang S2 (Magister) Institut Pertanian Bogor. Ir Kusai di Bidang Penyuluhan Pembangunan, dan saya Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. Namun, pada jam-jam kuliah di kampus kami sering bertemu karena kedua program studi itu bak pinang dibelah dua. 

Selesai kuliah di IPB, kami kembali bersama-sama mengembangkan laboratorium dan jurusan.  Kami berkolaborasi mengajar dalam banyak mata kuliah, praktikum lapangan dan membimbing mahasiswa. Sikap ramah juga diperlihatkan Ir Kusai kepada mahasiswa, baik saat mengajar maupun menguji skripsi. Di depan kelas suaranya tidak keras, dan sering melontarkan humor-humor ringan agar mahasiswanya tidak jenuh. Mendidik dengan kasih sayang. Dia tegas dengan prinsip namun disampaikannya dengan bahasa yang santun, tidak meledak-ledak.

Dalam pergaulan sehari-hari di kampus, Ir Kusai tampil bersahaja dan suka mempelajari hal-hal baru. Baik lewat membaca, mengikuti pelatihan, maupun melalui interaksi dengan koleganya. Suatu kali saya mengadakan pelatihan membuat video untuk mahasiswa. Kusai menemui saya. “Pak, saya banyak memiliki koleksi potongan-potongan video. Tapi belum bisa mengeditnya menjadi satu video dokumentasi. Saya rencana ikut pelatihan ini,” katanya jujur. Dan Kusai mengikutinya dengan serius. 

Ir Kusai termasuk dosen yang aktif dan bersemangat tinggi dalam mengembangkan jurusan dan laboratorium akademik. Semangat itu tampak dalam aktivitasnya saat mengajar, menguji mahasiswa dan memberikan ide-ide dalam rapat-rapat jurusan di fakultas. Tidak terlihat keluhan fisik sedikit pun. Ketekunannya mengkonsumsi minuman kesehatan herbal secara rutin, dalam sepuluh tahun terakhir ini, terlihat mampu mengatasi keluhan akibat gangguan pada fungsi hatinya.   

Karena itu pula Ir Kusai masih sering ikut membimbing mahasiswa praktikum klapangan, termasuk ke luar Provinsi Riau. Sekitar empat bulan lalu, kami membawa 80 mahasiswa praktikum E-Bisnis ke E-Fishery ke Payakumbuh, dan Media Penyuluhan Perikanan ke Padang TV. Dia mengikuti seluruh aktivitas di lapangan, namun dalam bus didampingi oleh putri bungsunya.      

Namun dua bulan kemudian, Ir Kusai sempat dirawat beberapa hari di sebuah rumah sakit di Panam Pekanbaru. ”Ada beberapa benjolan pada usus, yang menyebabkan saya susah menelan air dan makanan. Sudah diikat agar mengering dan gugur sendiri, tapi makan nasi belum bisa,” ujarnya kepada saya seusai dioperasi. Ketua Jurusan SEP Hazmi Arief SPi MSi, dan dosen Dr Zulkarnain Umar dan Dr Trisla Warningsih sempat membezuk di RS.  

Sebulan berikutnya, kondisi fisik Ir Kusai agak terganggu. Dia memberi kabar, bahwa dokter minta agar banyak istirahat di rumah. “Pak Ridar, bantu koordinir mata kuliah yang saya tanggungjawabi. Kasihan nanti anak-anak. Kelasnya cukup banyak,” katanya melalui WhatsApp.  

”Oke jangan pikirkan itu, istirahat aja yang cukup,” balas saya.

Sejak itu, Ir Kusai memang tidak datang lagi ke kampus. Karena itu, 4 September dua pekan lalu, saya bersama beberapa dosen (Dr Ir Hendrik MS, Ir Eni Yulinda PhD, Clara Yolandika MP MSi) serta mahasiswa, membezuk Ir Kusai di rumahnya. Keluarga mempersilahkan kami masuk ke kamar dimana Ir Kusai istirahat. Kondisi fisiknya jauh menurun, tapi tetap berusaha melempar senyum. “Maaf, suara saya agak susah keluar karena tenggorokan masih sakit,” katanya pelan dengan suara agak serak. 

Saya dekati Ir Kusai, dan coba urut lengan kirinya. Setengah jam kemudian, kami pamit. Dia memegang lengan saya. “Bantu ya belajar anak-anak kita, jangan sampai terlantar mereka,” pesannya dengan suara pelan.  Saya tak menyangka kalau itu ternyata pertemuan kami yang terakhir dengan almarhum. Dia telah pergi untuk selamanya. Inna lillahi wa inna ilaihin rajiun.        

Selamat jalan Pak Kusai. Semoga Allah SWT memberi tempat yang layak di sisi-Nya.

[Ir Ridar Hendri MSi PhD, Dosen FPK UNRI]




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top