Senin, 15 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Dekatkan Ulama dengan Pelajar, MUI Kampar Gelar 'MUI Go To School'
Selasa 15 Agustus 2023, 18:55 WIB
👁47930

 Bangkinang, berazamcom - Usai dikukuhkan beberapa pekan yang lalu, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar langsung tancap gas menjalankan program kerja. Salah satu yang digelar adalah 'MUI Go to School' sebagai wadah komunikasi dengan dunia pendidikan.

Seperti yang dilakukan MUI di SMAN 2 Bangkinang Kota pada Jum'at, (11/8/2023) yang lalu. Kegiatan ini dipimpin oleh Ustadz Mukhlis beserta anggota yaitu Hasbullah, M.Pd, Yuharnis, Zulkifli, M.Pd. Pemateri  saat itu ustadz Dr. Jauhari, MA.

Drs. H. Zulkifli, M.Pd dalam sambutannya mengatakan generasi Z artinya generasi yang mengerti dengan teknologi dan bisa membentengi diri dari akhlak tercela.

Dr. H. Johari, M.Pd dalam ceramahnya berpesan pandai-pandailah dalam menggunakan teknologi jangan sampai terjerumus saat menggunakannya.

"Teknologi sangat bermanfaat dalam meningkatkan iman dan taqwa. Namun satu sisi, jika tidak pintar menggunakannya, maka akan  beresiko kepada hal yang dilarang agama. Maka harus hati-hati dalam menggunakannya." terang Dr. Johari.

Kepala SMAN 2 Bangkinang Kota, Drs. Gindo Mandalisa, M.P menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan kegiatan ini sangat membantu dalam membina generasi muda untuk membentengi akhlak Mereka

Ketua MUI Kampar dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris MUI Kampar Ustadz Syamsuatir MSy saat dihubungi pada Selasa (15/8/2023) menjelaskan bahwa 'MUI Go to School' merupakan program unggulan di sektor pendidikan. MUI menargetka  dalam satu tahun ini setidaknya akan menggelar 8 kali ke SMA/SMK.

"Roadshow itu juga 10 kali ke pondok pesantren, dalam rangka mengenal ulama, khususnya ulama Kampar kepada santri dalam rangka meningkatkan kecintaan kepada ilmu dan Agama" terang Syamsuatir.

Syamsuatir juga mengutil buku Architects of Deception yang ditulis oleh Juri Lina, ada tiga cara untuk melemahkan, menjajah, atau bahkan menghancurkan suatu bangsa. Ketiga cara tersebut antara lain, pertama, kaburkan sejarahnya. Kedua, menghilangkan atau hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu sehingga tidak bisa diteliti dan dibuktikan kebenarannya.

"Dan yang ketiga, putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya dengan mengatakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif." tegasnya.

Untuk itu, katanya, MUI Kabupaten Kampar hadir di pondok pondok pesantren dan sekolah umum untuk menyampaikan kepada generasi muda bahwa tanah Kampar sudah banyak melahirkan para ulama. (Rls)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top