Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
LKPj Bupati Kuansing Tak Kunjung Tuntas, Presma Uniks Ancam Demo DPRD dan Pemda
Senin 18 April 2022, 11:23 WIB
👁55774

Kuansing, berazamcom - Ketidak harmonisan Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing ) pasca gagalnya paripurna laporan LKPj Bupati Kuansing 2021 yang dipicu oleh koalisi pembentukan Alat Kelengkapan Dewan ( AKD ) DPRD Kuansing beberap waktu lalu dan sempat kedua lembaga Eksekutif dan Legislatif Kuansing didemo oleh BEM Universitas Islam Kuantan Singingi bersama Aliansi Mahasiswa Kuantan Singingi 13 April yang lalu.

Menurut Presma Uniks Dwi Rosita mereka menyampaikan 2 tuntutan kepada lembaga legislatif, pertama Stop berbicara kepentingan partai atau jabatan, dan mengembalikan kepentingan tertinggi kepada masyarakat sesuai dengan yang telah di amanatkan oleh UUD 1945.

Kedua Menyegerakan rapat LKPJ 2021 dan menuntaskan rapat rapat soal rakyat.

Sementara dihari yang sama masa demontrasi kepada Plt Bupati Kuansing juga meminta saat itu, Pertama Meminta pemda Kuansing segera menyelesaikan konflik agraria yang telah banyak menyerobot lahan warga.

Kedua, Meminta Pemda Kuantan Singingi eksekutif dan legislatif menindaklanjuti kawasan hutan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi yang diserobot oleh mafia dan corporate puluahan ribu Haktar luasnya.

Ketiga, Meminta pemda Kuansing segera menyelasaikan permasalahan sosial atau penyakit masyarakat (Pekat), serta lebih fokus terhadap isu isu perlindungan korban pelecehan seksual terhadap anak yang marak terjadi di Kuansing.  

"Sebagaimana yang telah di amanatkan oleh UUD 1945 lembaga eksekutif dan legislatif seharusnya sibuk mengurus hal - hal yang berkenaan dengan kepentingan rakyat, bukan ribut terkait hal - hal yang berbau politik",katanya

"kami sebagai mahasiswa, sebagai penyambung suara rakyat tidak ingin kedua kelembagaan ini lebih sibuk mengurus atau membentuk sistem politik yang mengarah kepada kepentingan jabatan ataupun yang berbau pilkada 2024", ketus Perempuan pertama menjabat Presma Uniks

Dwi menambahkan, "Memang memebentuk koalisi adalah bagian dari komunikasi politik dan bagian demokrasi, tapi sangat tidak etis diributkan, apalagi itu dipertontonkan di hadapan masyarakat yang sedang berkeluh kesah dengan keadaan negeri ini yang sedang tidak baik baik saja, banyak permasalahan yang lebih subtansial yang berkaitan dengan masyarakat daripada permasalahan kepentingan partai, atau jabatan politik", sesalnya"

Saya pastikan mahasiswa Uniks bersama Aliansi Mahasiswa Kuansing akan kembali datang dengan masa lebih banyak apa bila dalam waktu 2 hari kedepan tidak ada progres percepatan Paripurna LKPj Bupati Kuansing", ancamnya.

 

[]bazm-8




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top