Senin, 27 Juli 2026

Breaking News

  • Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi, Pemkab Genjot Kemudahan Perizinan dan Insentif Investor   ●   
  • Dr Karmila Sari Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp9 Miliar untuk Pemugaran Cagar Budaya Siak   ●   
  • Menjaga Tradisi, MAN 1 Pekanbaru Gelar Yasinan dan Munajat untuk Kesuksesan Peserta OSN-P   ●   
  • Sinergi PT NWR, Kepolisian, dan Masyarakat Langgam dalam Penanggulangan Karhutla dan Edukasi Satwa Liar   ●   
  • Pemprov Riau Cari 90 Perawat untuk Fasilitas Kesehatan BLUD   ●   
Kunjungi Diskominfotik, Kadisbud Tegaskan Pentingnya Kolabosari Kerja-kerja Budaya
Selasa 22 Maret 2022, 12:30 WIB
👁583828
Kepala Dinas Kebudayaan Yoserizal Zen dan Kepala Diskominfotik Riau Erisman Yahya

Pekanbaru, berazamcom - Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen sengaja datang ke Kantor Dinas Kominfotik Provinsi Riau pada Senin (22/03/2022) pagi.

Pria yang akrab disapa Datuk Yos itu punya tujuan khusus, yakni ingin mempererat kerjasama atau kolaborasi antara Disbud dengan Diskominfotik. Terutama soal pemberitaan atau publikasi.

"WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) kita, misalnya, itu sudah cukup banyak diakui UNESCO, 50-an lebih. Ini kan harus ada tindaklanjut dan sosialisasi," ungkap Yos membuka pembicaraan.

Jika tidak ada pengembangan ke arah yang lebih baik, WBTB itu terancam dicabut. "Pantun misalnya, kan sudah diakui sebagai WBTB, kita berkewajiban mengembangkannya," kata Yos lagi.

Itu sebabnya, jelas Yos, setiap 17 Desember, diperingati sebagai Hari Pantun Nasional. "Setiap tahun kita tentu harus membuat iven-iven yang menarik untuk Hari Pantun ini, agar masyarakat juga tertarik," sebut Yos.

Tidak itu saja, contoh lain Pacu Jalur, juga sudah ditetapkan sebagai WBTB. "Ini juga harus nampak pengembangannya. Misalnya bagaimana kita hidupkan lagi tradisi maelo jaluar, malayuar jaluar dan lainnya," lanjut Yos memberi contoh.

Kerja-kerja budaya ini, tegas Yos, tentu harus dibantu dari sisi publikasi oleh Diskominfotik. "Itulah pentingnya sinergi dan kolaborasi. Sehingga nampak hasil kerja kita oleh masyarakat," tegas Yos, seraya menyebut UNESCO bisa saja mencabut SK WBTB jika tidak ada kepedulian.

Dengan kerjasama yang baik antara Disbud dan Diskominfotik, Datuk Yos juga ingin menggugah kepedulian Pemerintah Kabupaten/Kota. "Inilah tugas bersama kita ke depan, tegas pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Forum Kadis Kebudayaan se-Indonesia ini.*bazm3




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top