Jumat, 12 Juni 2026

Breaking News

  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
  • Buka OSIS Cup I SMPN 5 Kerinci Kanan, Bupati Afni Ajak Pelajar Isi Waktu dengan Kegiatan Positif   ●   
  • Dorong Penguatan Sinergi Daerah, Bupati Ahmad Yuzar Terima Audiensi IKM Kampar   ●   
  • Jumlah Pegawai Membludak, Pemprov Riau Pastikan Tidak Rekrut PNS Baru Tahun Ini   ●   
Sri Mulyani Klaim 863 Ribu Mobil Terjual Akibat Gratis Pajak 2021
Rabu 02 Februari 2022, 10:52 WIB
👁56198
Menkeu Sri Mulyani mengklaim 863 ribu mobil baru terjual di 2021, naik dibandingkan 2020 yang 578,3 ribu unit, akibat kebijakan gratis pajak yang diterapkannya. Ilustrasi.

Jakarta, berazamcom - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim insentif pembebasan pajak barang mewah (PPnBM) atas pembelian mobil baru telah memberikan dampak besar kepada sektor otomotif yang sempat tertekan hebat oleh pandemi covid-19.

Berdasarkan data yang dimilikinya, kebijakan itu telah mendorong penjualan mobil sampai dengan 863,3 ribu unit pada 2021 kemarin. Penjualan itu meningkat dibanding 2020 atau saat awal pandemi yang hanya 578,3 ribu unit.

Ia menambahkan peningkatan penjualan itu tidak hanya didorong oleh kebijakan pembebasan PPnBM.

Peningkatan juga didorong oleh kolaborasi sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah, BI dan OJK. Salah satunya, pelonggaran atau pembebasan uang muka kredit mobil dan kendaraan bermotor yang dilakukan BI mulai 1 Maret 2021 lalu hingga 31 Desember 2021 lalu.

Ia menambahkan kebijakan tersebut telah mendorong realisasi kredit kendaraan bermotor tembus Rp97,45 triliun hingga Desember 2021 kemarin.

"Insentif PPnBM yang dikolaborasikan dengan pelonggaran uang muka pembiayaan yang dilakukan OJK dan pelonggaran uang muka kredit oleh BI, telah mendorong realisasi kredit kendaraan bermotor sampai Rp97,45 hingga Desember 2021. Capaian itu sejalan dengan peningkatan penjualan mobil di 2021 yang mencapai 863,3 ribu unit, naik dibandingkan 2020 yang 578,3 ribu," katanya di Jakarta Rabu (2/2).

Sri Mulyani menambahkan selain sektor otomotif, sejumlah insentif yang digelontorkan pemerintah, BI dan OJK demi mendongkrak ekonomi dalam negeri dari tekanan covid juga sudah memberikan hasil. Salah satunya, pelonggaran Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), premi asuransi dan uang muka perusahaan pembiayaan.

Kebijakan itu mampu mendorong realisasi kredit properti sampai dengan Rp465,5 triliun hingga akhir Desember 2021 kemarin.

Atas sejumlah keberhasilan itu, Sri Mulyani menyatakan beberapa kebijakan akan dilanjutkan. Salah satunya, insentif PPnBM bagi sektor otomotif.

Sri Mulyani menambahkan peraturan menteri keuangan yang menjadi payung hukum pemberian insentif itu sudah ia tanda tangani.

"Tinggal mendapatkan nomor dari Kemenkumham. Kalau hari ini selesai akan diumumkan," katanya.



 

 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top