Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Astagafirullah! Belum Kelar Omicron Ada Lagi Virus Baru 'NeoCov
Minggu 30 Januari 2022, 13:20 WIB
👁205004
Belum kelar dengan varian Omicron yang masih 'ngegas' di banyak negara, kini para ilmuwan China melaporkan temuan virus Corona baru 'NeoCov' yang diklaim lebih berbahaya dan mematikan. Virus ini pun ditemukan pada kelelawar Afrika Selatan.

Pekanbaru, berazamcom-Belum kelar dengan varian Omicron yang masih 'ngegas' di banyak negara, kini para ilmuwan China melaporkan temuan virus Corona baru 'NeoCov' yang diklaim lebih berbahaya dan mematikan. Virus ini pun ditemukan pada kelelawar Afrika Selatan.


Meskipun demikian, Kepala Laboratorium Bioteknologi Gamaleya Center, Sergey Alkhovsky, mengungkapkan bahaya dari virus NeoCov sampai saat ini masih sulit untuk diperkirakan.

"Ini adalah penemuan yang cukup serius dan menarik, tetapi sangat sulit untuk memperkirakan bahaya langsung dari galur khusus ini. Kita dapat menyatakan bahwa ada banyak galur ini yang beredar di alam liar dan kita perlu mempelajari banyak ini, keragaman genetik ini, promosikan penelitian di bidang ini," kata Alkhovsky pada pertemuan Dewan Ilmiah Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dikutip dari TASS, Kamis (27/01/2022).

Menurutnya, penemuan NeoCov secara khusus menunjukkan bahwa varian virus yang mampu mengikat reseptor manusia tanpa adaptasi apapun sudah beredar langsung di alam liar.

Selain itu, virus NeoCov juga diketahui merupakan kerabat dekat dari MERS-CoV (Middle East respiratory syndrome) dan bisa menembus sel sebagaimana SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

[]sumber: detikcom





Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top