Minggu, 25 Februari 2024

Breaking News

  • Pemerintah Harus Waspada dengan Pandemic Treaty   ●   
  • DPRD Kota Pekanbaru Himbau Suplai Kebutuhan Sembako dari Daerah Tetangga hingga Pulau Jawa   ●   
  • Minta Pemerintah Waspadai Perjanjian Pandemic Treaty WHO , Dharma: Ancaman Kedaulatan Negara   ●   
  • Tradisi Malam Nisfu Syaban, Kampung Tanjung Tungga Gelar Yasinan 3 Kali dan Doa Bersama   ●   
  • Pakar Sebut Hak Angket Langkah yang Sangat Tepat, Urgent, Strategis, dan Konstitusional   ●   
Meski Pernah Zona Hijau, Tim Gugus Tugas Covid -19 Kuansing Terus Kerjakan Tugas Sesuai Intruksi Bupati
Jumat 10 Juli 2020, 10:32 WIB
Dr Amelia
Berazamcom - Penyebaran Covid -19 tidak bisa dibendung bila tingkat kesadaran masyarakat masih rendah memberlakukan protokol Kesehatan Covid. Meski Kuantan Singingi pernah berada di Zona Hijau, nol konfirmasi positif tetapi setelah masuk masa New Normal, Kuansing akhirnya pecah telor dengan di temukannya pasien positif Corona.

Berawal dari warga Singingi Hilir yang terkonfirmasi positif, bupati Kuansing langsung bergerak cepat memerintahkan tim gugus tugas melalukan tracing kontak terhadap warga yang bersentuhan langsung dengan pasien positif, dan berakhir pengambilan tes rapit ratusan warga Suka Maju dilakukan.

Pengambilan tes rapit langsung di tinjau Bupati H.Mursini, dan hasil dari tes tersebut di nyatakan negatif.

Tidak lama berselang tepatnya 29 Juni 2020, kembali seorang pegawai RSUD Teluk Kuantan dinyatakan positif. Hasil swab tracing juga di nyatakan positif anak dan suaminya.

Ini Upaya Yang Dilakukan Tim Gugus Tugas

Dari awal pemerintah mengumumkan pandemi Covid -19, tim gugus tugas sudah melakukan sosialisasi secara masif dengan melibatkan forkopimda Kuantan Singingi, serta komunitas-komunitas kemasyarakatan guna menyampaikan cara pencegahan, penyebaran dan penanganan Virus Corona tersebut.

Bentuk keseriusan Bupati Kuantan Singingi H Mursini, APBD 2020 dilakukan refokusing anggaran hampir 52 persen di alih fungsikan kepada penanganan dan pencegahan Covid -19.

Tim Gugus Tugas yang di bentuk Bupati H Mursini sudah menjalankan manajemen pencegahan dan penanganan secara protokol Covid kesehatan, mulai dari pendirian pos cek poin di pintu masuk perbatasan Kuantan Singingi dengan kabupaten kota maupun dengan provinsi tetangga, pengadaan alat kesehatan sampai dengan pemberian bantuan sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak Covid -19.

Untuk BLT Kabupaten, bupati sudah menerbitkan SK penerima BLT Kabupaten sebanyak 11.937 KK ini akan segera di salurkan. "Saat ini dalam proses administrasi pencairan," terang Kepala Dinas Sosial dan PMD Nafisman kepada berazamcom beberapa waktu yang lalu.

Apresiasi Kepada Petugas Kesehatan

Dinas Kesehatan yang bersinergi dengan RSUD Teluk Kuantan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan memberlakukan pasien Covid -19 sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) dengan fasilitas ruangan pinere RSUD Teluk Kuantan.

Petugas kesehatan sudah cukup tanggap dalam penanganan dan pecegahan penyebaran Covid -19 di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal itu terbukti bila tracing pasien konfirmasi positif segera di ketahui dan langsung di lakukan rapit tes dan swab kepada pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP), PDP, dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Tingginya resiko bagi tenaga kesehatan tertular oleh covid -19 patut mendapatkan apresiasi sebab mereka dengan ikhlas sudah mengabdikan diri meski nyawa sebagai taruhan.

Selain itu dengan penuh tanggung jawab seorang Jubir Covid -19 dr. Amelia Nasrin terus memberikan laporan terupdate kepada rekan-rekan media untuk di sampaikan kepada publik tentang perkembangan terbaru pasien Covid -19 di Kabupaten Kuantan Singingi.

Update terakhir yang diterima berazamcom tanggal 8 Juli 2020 dari dr. Amelia Nasrin menyebutkan sudah ada pasien positif sebanyak 11 orang, masih di rawat 5 orang di pinere RSUD, dan sembuh 6 orang. "Alhamdulillah tidak ada yang meninggal," ucapnya.


Kemudian dr. Amelia Nasrin memaparkan dalam menjalankan rapit tes kepada pasien Covid -19 ada dua macam yakni; pertama Rapid test antibodi,
spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah darah.

Kedua, rapid test antigen, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah swab orofaring atau swab nasofaring.

Rapid test antibodi atau rapid test antigen, kata dr. Amel, selama ini digunakan pada orang yang telah kontak dengan pasien konfirmasi Covid-19. Namun, rapid test antibodi dan atau rapid test antigen dapat juga digunakan untuk mendeteksi kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasa (PDP) pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).

“Perlu menjadi pemahaman bersama, pemeriksaan rapid test antibodi dan atau rapid test antigen hanya merupakan screening awal. Jadi, hasil pemeriksaan rapid test antibodi atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR," imbuhnya.

Berikut penjelasannya:

1. Alur pemeriksaan rapid test antibodi. Jika rapid test non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri.
Jika selama isolasi, gejala memberat, segera ke fasilitas layanan kesehatan. Jika tidak muncul peningkatan gejala, 10 hari kemudian ulang rapid test
Setelah rapid test ulang ternyata non reaktif, sakit yang diderita bukan Covid-19. Sedangkan jika reaktif di lanjutkan dgn tes PCR/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut).
Jika hasil tes itu negatif, sakit bukan Covid-19. Sedangkan jika positif berarti positif terinfeksi covid19.

2. Alur pemeriksaan menggunakan rapid test antigen. Jika non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri. Jika selama isolasi tidak muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, lakukan rapid test antibodi (10 hari kemudian). Jika hasilnya non reaktif sakit bukan Covid-19. Sedangkan jika hasilnya reaktif harus periksa PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut). Jika selama isolasi, gejala ISPA muncul dalam kurang dari 10 hari, diarahkan untuk rapid tes antigen ulang. Jika hasilnya non reaktif diarahkan untuk rapid test antibodi 10 hari kemudian. Sedangkan jika reaktiff, harus tes PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut).

Jika hasil tes itu negatif, sakit yang dialami berarti bukan Covid-19. Sedangkan jika positif, berarti terkonfirmasi Covid-19.


Selain Jubir Covid -19 RSUD Teluk Kuantan Jubir Covid -19 Pemda Kuansing Agus Mandar juga sangat proaktif memberikan informasi terkait perkembangan terbaru tentang penanganan Covid -19 di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Total ODP sampai saat ini 7.579 orang, ODP selesai 7.035 orang, dan ODP saat ini 5.44,” jelasnya.

Sementara PDP masih rawat 5 orang , PDP sehat 45 orang, PDP meninggal 11 orang. Selain itu, kata Agus Mandar, secara sebaran ODP tertinggi Kecamatan Singingi Hilir 1.044, Singingi 867, Kuantan Mudik 860, Kuantan Tengah 796, Logas Tanah Darat 690, Kuantan Hilir 518, Pangean 512, Sentajo Raya 489, Cerenti 394, Kuantan Hilir Seberang 312, Hulu Kuantan 301, Benai 268, Pucuk Rantau 206, Gunung Toar 173 dan Inuman 149.

Sebaran positif yakni Singingi Hilir, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Logas Tanah Darat, dan Sentajo Raya.*Adv



Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top