Kamis, 25 April 2024

Breaking News

  • Uang Beredar di Indonesia Mencapai Rp 8.888,4 Triliun per Maret 2024, Ini Kata Orang BI   ●   
  • Andi Rahman Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Pembayaran Lahan Tol Pekanbaru -Padang   ●   
  • Brigjend TNI Edy Natar Nasution Mendaftar sebagai Balon Gubri di Kantor PDIP Riau   ●   
  • MTQ Ke-42 Tingkat Provinsi Riau, Kota Pekanbaru Raih Juara Pertama Cabang Fahmil Qur’an Putri   ●   
  • Serius Maju dalam Pilgubri 2024: Edy Natar Nasution Sudah Ketemu Sekjen DPP NasDem & Ketua DPW Nasdem Riau   ●   
Opini Yanto Budiman
Prabowo dalam Cengkraman Jokowi: Pengawal Macan Asia Berubah Jadi ''Gemoy'' Asia
Kamis 30 November 2023, 21:56 WIB

Pada tahun 2019, Indonesia melaksanakan Pemilihan Presiden yang menjadi momen penting dalam perjalanan politik negara ini. Dalam pertarungan sengit tersebut, Joko Widodo yang dikenal dengan nama Jokowi berhasil mempertahankan posisinya sebagai Presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya. Namun, dibalik kemenangan Jokowi, terdapat tokoh politik yang kini terjebak dalam cengkramannya, yaitu Prabowo Subianto.

Sebagai lawan politik utama Jokowi pada dua pemilu berturut-turut, Prabowo Subianto merupakan figur yang dianggap sebagai rival yang kuat. Dalam Pilpres 2014, Prabowo sempat menghuni posisi sebagai lawan terberat Jokowi, bahkan berhasil mengumpulkan suara yang signifikan. Namun demikian, setelah dua kali kalah secara beruntun, nasib Prabowo kini menjadi terjebak dalam cengkraman politik Jokowi.

Pada 2019, setelah Pilpres berakhir, Jokowi memutuskan untuk menjalin hubungan yang baik dengan tokoh politik dari partai oposisi, termasuk Prabowo. Hal ini terlihat jelas ketika Jokowi memberikan janji untuk mengakomodasi Prabowo dalam pemerintahannya sebagai Menteri Pertahanan. Langkah ini mengejutkan banyak pihak, sebab Prabowo telah menjadi kritikus tajam pemerintahan Jokowi selama bertahun-tahun.

Dalam lingkungan politik, hubungan yang terjalin antara Jokowi dan Prabowo disebut sebagai "pembentukan koalisi tidur" yang menggiring Prabowo menjadi terjebak dalam cengkraman Jokowi. Guna menjaga stabilitas politik dan mencegah oposisi menjadi terlalu kuat, langkah tersebut dapat dimaknai sebagai strategi Jokowi untuk mengamankan kekuasaannya dan melunturkan pengaruh politik Prabowo.

Namun, terselip juga pertanyaan mengenai nasib politik Prabowo dalam cengkeraman Jokowi. Apakah Prabowo benar-benar mendapatkan kekuasaan yang nyata ataukah dia hanya menjadi sosok yang terpinggirkan dalam koridor pemerintahan Jokowi? Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi, Prabowo memiliki potensi untuk mempengaruhi kebijakan politik dan meningkatkan pengaruhnya di tengah-tengah masyarakat.

Namun, dengan terjebak di dalam cengkraman politik Jokowi yang "menyelundupkan" putranya Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres, potensi Prabowo untuk menjadi lawan politik yang tajam dan mendirikan kekuatan politik yang independen semakin terbatas.

Ketergantungan terhadap pemerintahan Jokowi membuat Prabowo sulit untuk mengkritik kebijakan pemerintah jika dibutuhkan, ataupun mengembangkan ide-ide politiknya secara bebas. Pada titik ini, Prabowo yang dulu digadang pengawal macan asia, kini menjelma jadi "Gemoy" Asiia.. Hahaha.

Nasib Prabowo yang terjebak dalam cengkraman Jokowi membawa implikasi politik yang kompleks. Bagi pendukung setianya, kolaborasi dengan Jokowi mungkin diartikan sebagai langkah pragmatis untuk memastikan kepentingan politik mereka tetap terjaga. Namun, bagi pihak yang melihat Prabowo sebagai sosok yang kuat dan independen, keputusannya ini dapat dianggap sebagai pengorbanan terhadap prinsip politiknya.

Dalam konteks politik yang dinamis, nasib Prabowo dalam cengkraman Jokowi belum dapat diprediksi sepenuhnya. Apakah Prabowo akan mampu memanfaatkan posisinya dalam pemerintahan tersebut untuk meningkatkan pengaruh politiknya, ataukah ia akan terus terjebak dalam permainan politik yang dikendalikan Jokowi?

Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Yang pasti, Pilpres telah memberikan dampak yang signifikan tidak hanya bagi Jokowi, tetapi juga bagi tokoh-tokoh politik seperti Prabowo, yang kini harus menghadapi cengkraman politik yang rumit dan penuh tantangan.

Penulis: Pemred bersimpai.com/WPU berazam.com/Ketua Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Riau




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Indeks


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top