Dari Lumpur ke Asa, Kisah Jalan Baru dan Harapan di Balik TMMD ke-127 Pekanbaru
Selasa 17 Maret 2026, 12:25 WIB
šŸ‘41659
Teks : Para personil TMMD ke-127 Kodim 0301 Pekanbaru, dan masyarakat bergotong royong pada pembangunan di kecamatan Tenayan

 

Komitmen pemerataan pembangunan kembali ditegaskan oleh Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas, dengan pendidikan sebagai fondasi utama. Namun, bagi sebagian masyarakat di berbagai daerah, persoalan pendidikan tidak berhenti pada ketersediaan sekolah atau guru. Tantangan justru dimulai dari hal yang lebih mendasar akses.

Di banyak wilayah, jalan rusak dan keterisolasian menjadi penghalang nyata. Anak-anak harus berjalan melewati jalan berlumpur, licin saat hujan, atau berdebu saat kemarau. Kondisi ini bukan hanya menyulitkan, tetapi juga menghambat peluang mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Di titik inilah pembangunan infrastruktur memainkan peran penting. Jalan bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan penghubung harapan. Ia membuka akses menuju pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Ia juga menjadi simbol kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat.

Semangat itulah yang diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Selama puluhan tahun, program ini menjadi wujud kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang membutuhkan.

Awal 2026, program ini kembali hadir di Pekanbaru. TMMD ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0301 Pekanbaru berlangsung selama 30 hari, sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” kegiatan ini menyasar tiga wilayah: Kelurahan Tuah Negeri, Sialang Sakti, dan Sialang Rampai.

Pagi di Kelurahan Tuah Negeri menghadirkan pemandangan yang berbeda. Bukan hanya aktivitas warga yang memulai hari, tetapi juga prajurit TNI yang telah bersiap dengan peralatan kerja di tangan.

Seragam loreng tampak menyatu dengan kehidupan warga. Tidak ada barisan formal atau komando keras seperti di medan latihan. Yang terlihat justru kebersamaan.

Seorang prajurit memanggul karung semen, sementara di sampingnya warga mendorong gerobak berisi pasir. Di titik lain, beberapa orang terlihat meratakan jalan yang baru dicor.

“Pelan-pelan saja, yang penting rata,” ujar seorang warga.

“Siap, kita kerjakan sama-sama,” sahut prajurit di sebelahnya.

Suasana terasa hangat. Tawa sesekali terdengar di sela pekerjaan. Candaan ringan menjadi penghapus lelah. Di bawah terik matahari, mereka bekerja dalam satu ritme tanpa sekat, tanpa perbedaan.

Inilah wajah kemanunggalan yang sesungguhnya.

Salah satu fokus utama TMMD ke-127 adalah pembangunan jalan sepanjang 1.801 meter. Sebelumnya, jalan tersebut hanyalah tanah yang sulit dilalui, terutama saat hujan.

Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur tebal. Kendaraan sering terjebak, bahkan pejalan kaki pun harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga.

Anak-anak kerap terlambat ke sekolah. Pedagang kesulitan membawa barang. Mobilitas warga menjadi terbatas.

Kini, kondisi itu berubah.

Jalan telah diperkeras. Permukaannya lebih stabil dan aman dilalui. Sepeda motor dapat melintas tanpa khawatir tergelincir. Aktivitas warga pun menjadi lebih lancar.

Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Jalan tersebut kini menjadi penghubung antara rumah, sekolah, dan pusat ekonomi.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga membangun empat titik box culvert. Saluran ini membantu mengalirkan air dengan lebih baik, sehingga mengurangi genangan dan potensi banjir.

Program ini juga menyasar perbaikan rumah tidak layak huni. Sebanyak empat unit rumah direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Namun, di balik capaian fisik tersebut, tersimpan kisah-kisah yang menyentuh.

Di salah satu sudut Kelurahan Tuah Negeri, berdiri rumah milik Sarianis. Rumah itu kini tampak lebih kokoh, dengan dinding yang rapi dan atap yang lebih layak.

Teks : Penerima RTLH TMMD ke-127 Kodim 0301 Pekanbaru saat memasuki rumah baru direhap.

Sarianis adalah sosok ibu tangguh. Selama bertahun-tahun, ia membesarkan anak-anaknya seorang diri. Dalam keterbatasan, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik.

Rumahnya dulu dibangun secara bertahap. Ia memasang dinding sendiri, memperbaiki atap sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan.

Untuk menghidupi keluarga, ia bekerja membuat batu bata. Setiap hari, ia mengolah tanah liat, mencetak, lalu menjemurnya di bawah matahari.

Pekerjaan itu tidak mudah.

Namun ia menjalaninya tanpa mengeluh.

Pagi hingga malam, ia bekerja demi memastikan anak-anaknya tetap bisa bersekolah.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Anak-anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan dan kini mulai membantu ekonomi keluarga.

Ketika rumahnya direnovasi melalui TMMD, Sarianis tidak mampu menahan haru.

Air matanya jatuh saat melihat rumah itu selesai diperbaiki.

“Saya tidak pernah membayangkan punya rumah seperti ini,” ujarnya pelan.

Bagi Sarianis, rumah itu bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah simbol dari perjalanan panjang perjuangan, pengorbanan, dan harapan yang akhirnya menemukan bentuk nyata.

Komandan Kodim 0301 Pekanbaru sekaligus Dansatgas TMMD ke-127, Ikhsanuddin, SSos, MM, menegaskan bahwa TMMD adalah bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada infrastruktur fisik.

“Kita ingin membangun masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.

Karena itu, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik. Penyuluhan pertanian, kesehatan, hingga edukasi hukum dan bahaya narkoba diberikan kepada masyarakat.

Selain itu, ada juga sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan isu penting di wilayah Riau. Program keluarga berencana, peternakan, dan perikanan turut diperkenalkan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun apa yang terlihat, tetapi juga membangun kapasitas manusia.

Pembukaan TMMD ke-127 dilakukan oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di kawasan Tenayan Raya.

Teks : Pembukaan TMMD ke-127 Kodim 0301 Pekanbaru

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran TNI dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, TMMD adalah simbol kebersamaan antara negara dan rakyat.

Apa yang disampaikan itu bukan sekadar retorika. Di lapangan, kolaborasi tersebut terlihat nyata.

TNI, pemerintah, dan masyarakat bekerja bersama. Mereka menyatukan tenaga dan semangat untuk tujuan yang sama.

Tantangan selama pelaksanaan program tentu tidak sedikit. Cuaca yang berubah-ubah, kondisi tanah yang sulit, hingga keterbatasan alat menjadi bagian dari dinamika.

Namun, semangat para prajurit tidak surut.

Setiap hari mereka bekerja sejak pagi hingga sore. Setelah itu, mereka beristirahat bersama warga. Kebersamaan ini melahirkan kedekatan yang tidak bisa dibangun secara instan.

Mereka makan bersama, berbincang, dan berbagi cerita.

Hubungan yang terjalin bukan hanya hubungan kerja, tetapi juga kekeluargaan.

Di situlah makna kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa.

Program TMMD telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia. Dari desa ke desa, program ini terus hadir membawa perubahan.

Namun yang paling berharga adalah nilai yang dibawanya: gotong royong.

Nilai ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kebersamaan.

Di Kelurahan Tuah Negeri, jalan yang kini terbentang bukan sekadar infrastruktur.

Ia adalah jalan harapan.

Menghubungkan anak-anak dengan pendidikan.

Menghubungkan warga dengan peluang ekonomi.

Dan menghubungkan masa kini dengan masa depan yang lebih baik.

Sementara rumah Sarianis berdiri sebagai bukti bahwa negara hadir bahkan di tempat yang paling sederhana.

TNI mungkin tidak selalu terlihat di panggung besar.

Teks : Kesenengan anak anak menerima pembangunan yang diberikan program TMMD ke-127 Kodim 0301 Pekanbaru

Namun melalui TMMD, mereka menunjukkan bahwa pengabdian bisa hadir dalam bentuk yang sederhana.

Mengangkat batu.

Mencampur semen.

Dan bekerja bersama rakyat.

Karena pada akhirnya, membangun negeri tidak selalu membutuhkan senjata.

Kadang, cukup dengan kerja keras, kepedulian, dan semangat gotong royong yang tak pernah padam.

Bzam05




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyright Ā© 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top