Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Mewakili PTS Se-Indonesia Tandatangani Kontrak Program Riset Konsorsium
Jumat 12 September 2025, 11:28 WIB
šŸ‘299733

 

Jakarta, berazamcom — Kepala LLDIKTI Wilayah XVII mendapat kehormatan mewakili Kepala LLDIKTI 1—17 dan PTS Se-Indonesia menandatangani kontrak Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUP), Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM), Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan, serta Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Bacth III, bertempat di Artotel, Senayan, Jakarta, Rabu (10/9).

Kegiatan yang merupakan program unggulan nasional Kemendiktisaintek, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) ini langsung dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Selain hadiri oleh utusan LLDIKTI I—XVII kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan perguruan tinggi negeri Se-Indonesia. 
Brian Yuliarto dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas riset di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Kemendiktisainstek melalui Ditjen Risbang terus berupaya berinovasi dengan merumuskan kebijakan agar pendanaan yang terbatas tetap menghasilkan kualitas riset yang berdampak luas. 

Selaras dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. Nopriadi, S.K.M., M.Kes juga bertekad memajukan dan meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat khususnya di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. 

“LLDIKTI Wilayah XVII mendukung penuh program riset berkualitas secara maksimal meski dengan dukungan dana terbatas. Saya berharap riset yang dilakukan dosen dan peneliti di Riau dan Kepulauan Riau tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga berfokus pada solusi permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat dan industri,” tegas Nopriadi. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran LLDIKTI melalui Pokja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Hilirisasi yang merupakan bagian dari Ditjen Risbang di daerah menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi atas persoalan nasional melalui riset dan program pengabdian kepada masyarakat. 

“Program pengabdian kepada masyarakat harus menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan di kampus dengan kebutuhan rill di lapangan. Saya berharap program-program yang dijalankan bersifat berkelanjutan dan menciptakan kemandirian bagi masyarakat ,” ujar Nopriadi. 

Untuk tahun anggaran 2025 ini LLDIKTI Wilayah XVII melalui Pokja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Hilirisasi yang baru berumur setahun jagung telah mampu meraih dana Program Unggulan Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat dari Kemdiktisainstek dengan berbagai skema. (a) Program Penelitian Unggulan sebanyak 246 judul dengan jumlah dana Rp18.421.140.000, (b) Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat sebanyak 54 judul jumlah dana Rp2.322.115.000, (c) Program Hilirisasi Riset-Pengujian Model dan Protatipe sebanyak 4 judul jumlah dana Rp246.097.000, (d) Program Penelitian Bacth II sebanyak 11 judul jumlah dana Rp 711.160.000, (e) Program Pengabdian kepada Masyarakat Bacth II sebanyak 11 judul jumlah dana Rp 321.649.000 (f) Program Pengabdian kepada Masyarakat Bacth III sebanyak 13 judul jumlah dana Rp506.246.000, (g) Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM) sebanyak 3 judul jumlah dana Rp332.296.000, dan (h) Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan sebanyak 1 judul jumlah dana Rp134.248.000. Jika ditotal secara keseluruhan maka untuk tahun anggaran 2025 ini LLDIKTI Wilayah XVII mampu meraih 261 skema penelitian dengan total dana mencapai Rp19.378.397.000. Sedangkan untuk skema pengabdian total mencapai 82 judul proposal dengan total dana Rp3.616.554.000. 

Melalui berbagai skema pendanaan tersebut, LLDIKTI Wilayah XVII menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Selain itu, hal penting lainnya adalah kalaborasi dan sinergi. Tidak ada hasil besar yang bisa dicapai tanpa adanya kolaborasi. Untuk itu, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau untuk menjalin sinergi dan kolaborasi yang erat dengan saling berbagi sumber daya, pengalaman, dan keahlian untuk menghasilkan karya yang lebih besar.

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyright Ā© 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top