Rabu, 23 Oktober 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
‘Filosofi Jarum Ongah Fikri’
Kamis, 27-04-2017 - 14:56:13 WIB

Pekanbaru, Berazamcom: Nama Ahmad Fikri sudah dikenal luas oleh masyarakat Kampar. Selain karena jabatannya sebagai ketua DPRD, pergaulannya juga luwes. Kocak dan loyal kepada konstituen. Politisi yang akrab disapa ‘Ongah’ ini, kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua Golkar di negeri berjuluk ‘Serambi Mekkah’.

Langkah tergopoh-gopoh Ongah keluar dari ruang kerjanya di lantai dua kelahiran kota Bangkinang ini, pabila tugas politik sudah memanggil, waktu yang tersedia 24 jam pun terasa kurang. “Kita syukuri semua nikmat yang diberikan Allah, kita jalani seperti air sungai mengalir. Tidak boleh mengeluh walau kadang kita harus bergelayut dan berkejaran dengan waktu,” kata pemilik gelar sarjana agama IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Ongah menyadari. Banyak harapan rakyat yang belum ia perjuangkan. Baik menyangkut pelayanan publik di pemerintahan, ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur  maupun reformasi birokrasi. Secara kelembagaan, kata Ongah, ia gedung DPRD Kampar di Bangkinang, bulan lalu, membuat lelaki ini seakan salah tingkah. Tak jelas apa yang membuat Ongah harus terburu-buru melangkah. Ketika wartawan mencegat dan menanyainya saat akan menaiki mobil dinasnya, Ongah hanya melontar kalimat pendek, “Beko kito jumpo, telpon sejam lai. Ko ado panggilan mendadak (nanti kita jumpa, telpon satu jam lagi. Ini ada panggilan mendadak,” jawab Ongah kepada AZAM sambil melempar sebatang rokok dari mulutnya.

Satu bulan terakhir. Aktivitas politik Ongah memang terasa padat. Selain harus menjalankan tugasnya sebagai ketua dewan, ia pun harus mensolidkan kepengurusan DPD Golkar jelang pelaksanaan musyawarah daerah. Belum lagi aktivitas sosial kemasyarakatan lain. Bagi lelaki dan kawan-kawan di DPRD sudah berusaha maksimal menjalankan tugas dan fungsi dewan. Akan tetapi hasilnya belum sesuai keinginan rakyat. Dan itu, ditegaskan Ongah, terjadi karena kurang harmonisnya hubungan eksekutif dengan legislatif dalam beberapa tahun terakhir. “Tak perlu lagi saya jelaskan bentuk ketidak-harmonisan itu, sebab rakyat sudah tahu bahkan lebih tahu dari kami,” tukas Ahmad Fikri.

Yang penting ke depan. Satu periode kepemimpinan bupati mendatang, menurut Ahmad Fikri, merupakan masa recovery bagi kita. Di bawah Aziz Zainal dan Catur Sugeng Susanto, bupati dan wakil bupati terpilih, ia berharap kelemahan masa lalu dapat dibenahi, lalu menggantinya dengan kinerja yang lebih produktif. Diakui, selama pilkada serentak berlangsung terjadi polarisasi di tengah masyarakat. Issu, intrik, kampanye hitam dan lain-lain mewarnai perjalanan pilkada dan membuat rakyat terkotak-kotak.

Kini, kata Ongah, pesta sudah demokrasi usai. Saatnya kita melepaskan diri dari hiruk pikuk politik. Mari kita bersatu bahu membahu membangun Kampar.Hilangkan sifat egois. Jangan sampai kita rusak persaudaraan hanya karena kita berbeda pandangan politik. Negeri ini tidak untuk diperebutkan melainkan kita bangun melalui kerja nyata. Sekarang kita harus bersatu padu membulatkan tekad mengejar ketertinggalan pembangunan. “Semoga semua masyarakat dapat membulatkan tekad bersama menuju Kampar maju, kini dan mendatang,” Ongah menegaskan.

Mari, tandas Ongah, kita bersikap dan berperilaku seperti jarum. “Coba renungkan filosofi jarum. Benda kecil yang runcing itu selalu mempersatukan semua yang bercerai dan yang tersobek. Beda dengan gunting, menceraikan semua yang telah bersatu. Jadi, karena pilkada telah b erakahir, yah sudahlah. Saatnya kita mengisi pembangunan. Kita beri masukan kepada bupati dan wakil bupati. Kita dorong aparatur pemerintahan daerah agar mereka bekerja untuk kepentingan kesejahteraan rakyat,” ungkap Ongah Fikri.
                                   
Ahmad Fikiri adalah politisi tulen. Bukan birokrat juga tidak akademisi apalagi pengusaha. Ongah boleh disebut organisatoris. Riwayat hidupnya banyak dihabiskan mengurus organisasi. Samudera organisasi telah diarungi suami Yus Neli ini sejak kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Semasa kuliah, Fikri aktif di Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Kampar. Juga di organisasi intra kampus.





 
Profil
Mengenal lebih dekat sosok SANUSI
Solehudin, Dari Guru Honorer Hingga Menjadi Wakil Rakyat di DPRD Kuantan Singingi
Dua Periode Menjabat Anggota DPRD Kuansing, Sekarang Musliadi Menuju Kursi Provinsi, Ini Biografinya
Andi Rachman, dari Saudagar Jadi Gubernur
Dewi Hadi Menuju Puncak ‘Mercy’
‘Filosofi Jarum Ongah Fikri’