Minggu, 17 Februari 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kuansing Pertanyakan Nasib Guru Honor di Kabupaten Kuansing

Rabu, 30-01-2019 - 12:58:37 WIB

 
ist


TERKAIT:
 
  • Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kuansing Pertanyakan Nasib Guru Honor di Kabupaten Kuansing
  •  

    Kuansing, berazamcom - Minta tenaga pengajar dan tenaga pendidik daerah supaya diperhatikan oleh pusat Komisi A DPRD Kuansing, sambangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta dalam kunjungan kerja, Senin (28/1/2019) siang lalu.

    Menurut Musliadi yang merupakan Ketua Komisi A DPRD Kuansing, "Kita selama ini menginginkan, agar Kementerian Pendidikan ini, pertama harus mengetahui situasi para guru di daerah. Karena selama anak murid dipulangkan jam 13.00 WIB sementara guru tetap di Sekolah hingga pukul 16.00 WIB apakah ini kebijakan, sebab alasan mereka ini UU ASN. Nah, ini perlu dikaji ulang kembali," ujarnya sebagaiman di kutip dari rtc.

    Pasalnya, menurut Musliadi, masalah ini menjadi polemik di daerah, karena, menurutnya tidak semua daerah bisa menjalankan kebijakan ini, itu yang pertama ia sampaikan di Kementerian.

    Kemudian yang kedua, ia minta, bagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperhatikan guru-guru bantu di daerah, seperti honor-honor lama diprioritaskan untuk diangkat jadi PNS.

    "Ada yang menghonor 10 Tahun 20 Tahun. Maka untuk kedepanya pada Kementerian, kami meminta pihak Dirjen Pendidikan menyampaikan kepada MenPAN kalau ada para Guru CPNS agar dibagi ke dalam dua kelompok yakni umum dan honorer seperti di zaman SBY itu permintaan kita," kata politisi PKB yang akrab disapa Cak Mus ini.

    Mengapa demikian kata Cak Mus, karena salah satu penyebab menurunnya mutu pendidikan, dikarenakan Guru honorer yang sudah lewat usia 35 Tahun tidak memiliki kesempatan menjadi PNS sehingga semangat untuk mendidik dan mengajar jadi berkurang.

    "Ini juga kita sampaikan kemaren terhadap Kementerian dalam kunjungan tersebut," sebut Cak Mus.

    Selanjutnya kata Cak Mus, mengenai penerimaan PPPK untuk pengangkatan di Februari 2019 ini, karena Kuansing tidak dapat jata Guru, maka dari itu ia mengusulkan agar tenaga honor diprioritaskan direkrut sebagai tenaga kontrak oleh pusat.

    "Karena Kuansing tidak disetujui usulan penambahan tenaga Gurunya oleh pusat yang ada hanya tenaga kesehatan dan perkebunan. Maka ini kita minta kaji ulang kembali dan ini juga kita sampaikan ke KemenPAN," ungkapnya.

    Lebih lanjut, Komisi A kata Cak Mus juga menyampaikan kepada Kementerian, agar perekrutan CPNS betul-betul terarah dan aturan yang dibuat sebelumnya juga harus dijalankan, karena ada Caleg sudah DCT diluluskan jadi CPNS. Padahal menurutnya, dalam fakta integritas disebutkan para peserta tidak boleh terdaftar sebagai peserta partai politik.

    "Tetapi ada beberapa orang CPNS justru ia terdaftar sebagai calon tetap. Di Kuansing ada dua orang. Ini juga kita sampaikan ke KemenPAN," pungkas Cak Mus.*

    []Bazm - 8



     
    Berita Lainnya :
  • Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kuansing Pertanyakan Nasib Guru Honor di Kabupaten Kuansing
  •  

    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Pilihan Redaksi
    Uninstall Bukalapak: Wajah Brutal Masyarakat dan Politikus
    SDN 018 Koto Taluk Diresmikan, Bupati: 2019 Ada Tambahan Paving Block
    Tarekat Pilihan Abdul Somad: Sejarah & Kecenderungan Politiknya
    Prediksi Barcelona vs Real Valladolid, Tes & Rotasi Sebelum Lyon?
    Unri Buka Tiga Jalur Masuk Perguruan Tinggi
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 berazam, all rights reserved