Selasa, 25 Juni 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Nasib Ekonomi Jika Prabowo-Sandiaga Uno Terpilih Pilpres

Senin, 15-04-2019 - 10:37:58 WIB

 
Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai banyak menebar janji untuk memperbaiki perekonomian Indonesia jika terpilih dalam Pilpres 2019.

TERKAIT:
 
  • Nasib Ekonomi Jika Prabowo-Sandiaga Uno Terpilih Pilpres
  •  

    Jakarta, berazamcom -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno banyak menebar janji untuk memperbaiki perekonomian Indonesia jika terpilih dalam Pilpres 2019. Pasangan ini bahkan menjanjikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dua digit atau 10 persen ke atas.

    Selain menjanjikan pertumbuhan ekonomi, kedua pasangan ini juga menjanjikan penciptaan lapangan kerja dan penurunan kemiskinan. Mereka juga ingin mendorong kemandirian pangan tanpa impor dan mengurangi peran asing dalam perekonomian.

    Janji ini tentu syahdu terdengar di antara pada pendukungnya. Namun, bagaimana nasib ekonomi Indonesia jika Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno jika benar-benar terpilih?

    Pengaruh terpilihnya pasangan nomor urut 02 pada perekonomian paling awal akan terasa ke pasar modal.

    Ekonom Anton Gunawan memperkirakan pasar modal Indonesia dapat bergejolak usai Pemilihan Presiden (pilpres) jika pasangan nomor urut 02 terpilih. Apalagi, jika keduanya langsung merealisasikan janji-janjinya.

    Ia menggambarkan kondisinya mirip dengan saat Presiden AS Donald Trump menang pada 2016 lalu. Saat itu , Trump langsung mengimplementasikan kebijakan yang ia janjikan saat kampanye. Sontak, pasar saham dan obligasi global saat itu bergejolak.

    "Jadi makanya antara retorika dan pelaksanaan jadi bagian penting. Kalau benar-benar dijalankan ya investor asing pun ikut mikir untuk investasi di Indonesia," ungkap Anton, Kamis (11/4).

    Pada pekan pertama usai pilpres, menurut dia, pasar kemungkinan besar akan terkoreksi. Investor akan menunggu kebijakan yang bakal dikeluarkan pasangan tersebut.

    "Intinya kalau kebijakan berubah total itu kena ke pasar, pasar akan lihat kebijakan baru prudent tidak. Jika tidak, optimisme investor untuk investasi yang tadinya tinggi jadi turun," papar dia.

    Sudah rahasia umum, pasar cenderung tak suka dengan perubahan. Dengan demikian, menurut dia, jika pilpres dimenangkan oleh capres petahana Joko Widodo (Jokowi), pasar saham dan obligasi kemungkinan akan bergerak stabil.

    "Karena kebijakan yang lama akan diteruskan, maka kondisi yang sudah berlangsung saat ini akan berjalan sesuai dengan fundamentalnya," jelas Anton.

    Kesinambungan kebijakan tak hanya menjadi konsentrasi investor pasar modal, tetapi juga para pengusaha.

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyebut sebagian besar anggotanya yang punya skala usaha besar menginginkan Jokowi untuk maju lagi sebagai presiden. Pasalnya, mayoritas pelaku usaha khawatir harus menyesuaikan diri dengan kebijakan baru jika pasangan nomor urut 02 yang terpilih.

    Kekhawatiran investor dan pelaku usaha terkait kebijakan yang akan datang dapat menjadi ganjalan bagi investasi untuk tumbuh. Padahal, menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual, investasi menjadi satu-satunya komponen yang harus didorong jika ingin mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit seperti janji Prabowo. *

    bazm-13
    sumber: CNN Indonesia.com



     
    Berita Lainnya :
  • Nasib Ekonomi Jika Prabowo-Sandiaga Uno Terpilih Pilpres
  •  

    Komentar Anda :