Berazamcom,Pekanbaru-Ujian dari Allah, diyakini untuk membentuk pribadi yang kuat, kalau bukan izin Allah, mana mungkin bisnis yang " />
Rabu, 23 Oktober 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Mendulang Kesuksesan Lewat Culut Stick

Senin, 18-06-2018 - 19:08:39 WIB

 
Novia Reza

TERKAIT:
 
  • Mendulang Kesuksesan Lewat Culut Stick
  •  

    Berazamcom,Pekanbaru-Ujian dari Allah, diyakini untuk membentuk pribadi yang kuat, kalau bukan izin Allah, mana mungkin bisnis yang digeluti Novia Reza beranjak besar dalam waktu singkat. Hanya bersandar kepada Allah, Novia merasakan bisnisnya berjalan melebihi dari apa yang ia harapkan. 

    Melewati sebuah gang, menuju perkampungan kelapa orang kerap menyebutnya. Di mulut Gang itu memang bertuliskan kp kelapa. Masuk kedalamnya banyak sekali rumah-rumah yang tumbuh rapat dan padat penduduk. Hanya beberapa puluh meter masuk gang kelapa, sudah tercium aroma harum makanan. Tidak sulit mencarinya, karena aroma itu dapat memandumu untuk kesana. Yach…! Kerumah produksi makanan Ringan bernama Culut stick.  Nama yang tak asing lagi bagi penduduk disekitarnya. Karena makanan ringan itu sudah  cukup diproduksi lama oleh seorang wanita yang kini sudah menuju ambang senja. Dia ibu dari wanita muda bernama Novia Reza. Wanita yang terbilang sukses dalam menjalani bisnisnya. Dan dalam mencapai kesuksesan itu, Novia betul-betul dipersiapkan mentalnya oleh Allah dengan mendatangkan berbagai ujian yang terbilang berat bila dipikulkan pada wanita yang terbiasa manja. Dan ia bahkan tidak membayangkan sebelumnya kalau jalan hidupnya akan begini jadinya, tidak ada terlintas dari pikiran dan cita-citanya sebelum ini.

    “Dalam memulai usaha ini, ceritanya cukup panjang. Awalnya saya tidak punya ilmu bisnis apa-apa. Jadi  sebenarnya saya dari SMA ini cita-citanya menjadi pembawa acara Televisi, tapi ketika saya kuliah ketemulah saya dengan seseorang, dan kebetulan ia seorang pengusaha yang bergerak dibidang Material dan Properti,  lalu hubungan kami berujung pada pernikahan.” Novia memulai kisahnya.

    Didalam pernikahanya, Novia sesungguhnya hanya menjadi ibu yang baik buat ketiga anak-anaknya. Kifrahnya di bisnis yang digeluti suaminya memang tidak terlalu,  hanya sekedar membantu bagian administrasi bila diperlukan. Dimana usaha ini terbilang usaha keluarga. Dan suaminya menjadi direktur disana.

    Dengan kehidupan yang serba berkecukupan,  Novia merasa  sangat aman dan nyaman. Sosok suami telah menjadi pelindung dan penolong bagi kehidupanya saat itu. Barangkali Novia terlupa, bahwa Ada Allah yang Maha Melindungi dan memberi pertolongan padanya. Dan begitu Suaminya pergi Menghadap Allah, Novia merasa shok, hal yang tidak terduga oleh dia sebelumnya, datang menimpanya.  Suami pergi untuk selamanya dengan meninggalkan tiga orang amanah yang harus ia emban sendiri, yang biasanya berdua.

    “ Ditahun 2014, suami saya meninggal, dengan meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Disitu saya shok, ngak tau harus berbuat apa, selain menyendiri dikamar” ujar Novia.

    Kepergian Suami, menjadi hukuman mental bagi Novia, berhari hari dan berminggu-minggu Novia masih berkurung diri di kamar, tanpa ada aktifitas lain selain ibadah sholat dan kurang nafsu makan. Kondisi demikian berlangsung hingga satu tahun lamanya. Suka menyendiri dikamar dengan menutup tirai jendela tanpa mengizinkan sinar matahari masuk meskipun sebatas memberikan ispirasi pagi.

    “Tahun pertama suami saya meninggal saya seorang perempuan yang ditinggal suami, saya dikamar saja tidak melihat matahari, gorden kamar saya tutupi, kondisi demikian berlangsung hingga satu tahun lama. Musibah ini membuat mental saya sangat terpukul,  Saya tiap hari itu merasa ketakutan. Saya tetap shalat, dan tetap ngaji tapi saya tetap merasa ketakutan, jadi imanya bisa dibilang masih labil gitu.” Novia Berkisah mengalir begitu saja, dengan suara yang yang terdengar serak.Brzm06



     
    Berita Lainnya :
  • Mendulang Kesuksesan Lewat Culut Stick
  •  

    Komentar Anda :