Rabu, 19 Desember 2018 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Ribuan Warga Tionghoa di Selatpanjang Terlibat "Baku Tembak"

Minggu, 18-02-2018 - 07:43:08 WIB

 
ist


TERKAIT:
 
  • Ribuan Warga Tionghoa di Selatpanjang Terlibat "Baku Tembak"
  •  

    MERANTI, berazamcom - Dalam sepekan ini berhati-hatilah ketika melewati jalan protokol di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti pada sore hari. Bisa bisa anda menjadi sasaran 'tembak' warga.

    Begitulah gambaran meriahnya pesta Perang Air atau yang diistilahkan dengan Cian Cui oleh warga Tionghoa di Selatpanjang. Pesta yang bersamaan dengan momen Imlek itu berlangsung setiap tahunnya. Tua dan muda tidak luput ikut aksi tersebut hingga basah kuyup.

    Ada yang berkeliling kota dengan menggunakan becak motor, dan ada pula yang berjejer dipinggir-pinggir jalan protokol sambil memegang senjata airnya. Rute mereka yakni di jalan Merdeka, Imam Bonjol, Kartini dan Diponegoro.

    Pesta perang air ini dikenal sejak lama. Namun, kian populer beberapa tahun belakangan ini. Bahkan, ada upaya pemerintah provinsi dan pusat untuk menjadikannya sebagai iven wisata tahunan.

    Tradisi Cian Cui satu-satunya di Indonesia. Di dunia hanya ada dua, yakni di Thailand dan Indonesia. Kalau di Thailand, hanya dilaksanakan satu hari saja. Sedangkan di Selatpanjang dilaksanakan selama sepekan penuh sejak awal perayaan Imlek.

    Cian-Cui dimulai pada sore hari, tepatnya pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. Pada saat itu ribuan warga Tionghoa sudah mempersenjatai diri dengan senapan air berbagai jenis. Termasuk yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat menyemprotkan air sebanyak mungkin.

    Di pinggir jalan juga terlihat ember-ember besar berisi air yang sudah dipersiapkan oleh sekelompok warga sebagai amunisi. Aksi tembak-menembak dan siram-siraman air pun diikuti dengan penuh riang ria oleh para kalangan orang tua, muda, dan bahkan anak-anak.

    Pemkab Kepulauan Meranti pun tidak tinggal diam, Demi keamanan dan kebersihan, mereka memfasilitasi pasokan air bersih untuk amunisi perang air. Edaran berupa peringatan tidak lupa disampaikan kepada warga yang melakukan Cian Cui untuk menggunakan amunisi air bersih. Dilarang menggunakan air kotor agar tidak terkena penyakit kulit.

    Karena unik dan meriah, setiap tahunnya warga keturunan Tionghoa dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara beramai-ramai berkunjung ke Kota Selatpanjang untuk mengikuti Cian-Cui. Biasanya para wisatawan yang sudah pernah mengikuti perang air di Selatpanjang tidak akan melewati ivent ini, di tahun-tahun berikut mereka biasanya kembali datang untuk meramaikannya.

    Bahkan, di tahun ini sebagaimana diinformasikan oleh Pemkab Kepulauan Meranti melalui Disparpora, bahwa ada sekitar 70-an wisatawan dari Eropa yang akan berkunjung ke Selatpanjang untuk menyaksikan ivent Cian Cui itu.

    Pemkab berharap ivent ini makin populer di kancah nasional dan internasional. Karena diyakini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.(Pauzi)



     
    Berita Lainnya :
  • Ribuan Warga Tionghoa di Selatpanjang Terlibat "Baku Tembak"
  •  

    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Pilihan Redaksi
    Walaupun Kehilangan Gekar Adat, Ternyata Syarwan Hamid Masih Banyak Memiliki Gelar
    Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Dihadiri Petinggi LAM Riau
    Bawaslu Pekanbaru Turunkan 11 Baliho Caleg
    ACT Segera Kirimkan Tim Kemanusiaan Untuk Uighur
    Warung Pojok Bersubsidi, Cara Bemi Hendrias Tarik Simpati Masyarakat
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 berazam, all rights reserved