Selasa, 20 08 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Statistik Ekonomi dan Persentase Penduduk Miskin di Masa Tiga Tahun Pemerintahan Mursini Halim

Sabtu, 08-06-2019 - 06:01:16 WIB

 
Statistik


TERKAIT:
 
  • Statistik Ekonomi dan Persentase Penduduk Miskin di Masa Tiga Tahun Pemerintahan Mursini Halim
  •  

    Kuansing.berazamcom – Drs. H. Mursini, M.Si dan H.Halim sudah genap tiga tahun memimpin Negeri Jalur sebagai Bupati dan wakil Bupati Kuantan Singingi,dimana mereka berdua memiliki Visi dan Misi menjadikan Kuantan Singingi yang unggul, sejahtera dan agamis 2021 di Provinsi Riau.

    Lalu apakah semua itu sudah mengarah kerah tersebut, dan apa yang menjadi indikator capaian visi misi berdua?

    Berazamcom berhasil mengumpulkan beberapa hal mulai dari Statistik Pertumbuhan Ekonomi, Persentase Penduduk miskin dan Capain Administrasi Pemda, serta Pembangunan fisik dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) selama tiga terakhir ini.

    Ini Data Perjalan selama Tiga Tahun Mursini Halim

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS ) Kuantan Singingi Pada tahun 2015 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuantan Singingi minus di angka (-2.14 Persen ), kemudian di akhir tahun 2016 mengalami peningkatan (3.88 Persen ), dan tahun 2017 terus mengalami peningkatan di angka (4.43 Persen ).

    Namun Peningkatan pertumbuhan ekonomi sangat bertolak belakang dengan persentase jumlah penduduk miskin, pada tahun 2016 Persentase  ( 9.85 ),tahun 2017 meningkat ( 9.97 Persen ), tahun 2018 kembali menurun di angka ( 9,92 Persen ).

    Disisi lain sebagaimana dikutip berazamcom dari GRC Dalam hal tata kelola pemerintahan, Mursini - Halim mampu menata pemerintahan yang baik dan bersih dalam rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini tergambar dari nilai akuntabilitas yang pada tahun 2017 meraih nilai CC meningkat menjadi B pada tahun 2018.

    Prestasi yang tak kalah membahagiakan adalah, Mursini - Halim mampu mempertahankan opini WTP dari BPK RI atas laporan keuangan tahun 2018. Level maturitas SPIP pun mengalami peningkatan dari 1 ke 3.

    Masyarakat Kuansing pun puas dengan pelayanan publik. Pada tahun 2018 lalu, Indeks Kepuasan Masyarakat hanya ditargetkan 80 dan hasilnya adalah 90. Untuk 2019, target poinnya adalah 90.

    Mursini - Halim pun sudah menerapkan sistem perencanaan berbasis e-planning. Hal ini, tentu berdampak pada pembangunan yang terencana, terkoordinasi dan sinergitas.

    Berkenaan dengan kapasitas keuangan daerah dan pembiayaan pembangunan daerah, yakni meningkatkan kapasitas fiskal daerah, Mursini - Halim mampu melampaui target. Seperti pada tahun 2017, targetnya hanya 40 persen dan tercapai 47,17 persen.

    Pada tahun 2018, target pendapatan asli daerah 50 persen dan tercapai 55 persen. Untuk 2019, target PAD adalah 55 persen dan Mursini - Halim optimis melampaui target.

    Mursini - Halim juga gencar melakukan kerjasama antar pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta perguruan tinggi. Itu dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat. Pada tahun 2018, Mursini - Halim menargetkan 14 MoU dan tercapai 18.

    Menurut Mursini, MoU ini tidak hanya sekedar MoU, tapi memberikan keuntungan bagi masyarakat Kuansing. Sebab, Mursini - Halim bercita-cita mewujudkan kemitraan dan sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan daerah.

    Dari aspek kesehatan masyarakat, kini sudah 90 persen Puskesmas dengan pelayanan yang berstandarisasi. Kasus angka kematian bayi dan ibu pun mampu ditekan dalam kurun waktu tiga tahun ini.

    Untuk pendidikan, awal-awal Mursini - Halim memimpin, memang prestasinya rendah. Hal itu tergambar dari hasil UN tingkat SMP sederajat. Karena H.Mursini ingin proses UN berjalan jujur. Namun, pada tahun 2019 ini, kualitas pendidikan Kuansing berada pada urutan kedua di Riau. Ini sekaligus menjadi kado terindah untuk Mursini - Halim.

    Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kuansing dalam kurun waktu tiga tahun cendrung meningkat. Seperti tahun 2017, targetnya adalah 0,88 persen dan tercapai 4,43 persen. Pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Kuansing mencapai  4,52 persen. Angka ini jauh di atas Provinsi Riau.

    Kendati demikian, laju pertumbuhan ekonomi Kuansing bertolak belakang dengan tingkat pengangguran terbuka. Pada 2017, pengangguran di Kuansing mencapai 6,50 persen dan pada tahun 2018 mencapai 5,53 persen. Persentase itu masih berada di bawah Provinsi Riau.

    Upaya Mursini - Halim untuk mengelola lingkungan hidup yang berkelanjutan dan penanggulangan bencana alam, kebakaran hutan mulai membuahkan hasil. Dimana, luas lahan kritis di Kuansing pada tahun 2018 seluas 68,9 ribu hektare. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan pada tahun 2017, yakni  84,6 ribu hektare.

    Di lihat dari infrastruktur jalan, proporsi jalan dalam kondisi baik selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2017, targetnya adalah 0,34 persen dan Mursini - Halim mencapai 0,41 persen. Begitu juga pada tahun 2018, targetnya 0,36 persen dan tercapai 0,38 persen.

    Dalam pengembangan pariwisata, Mursini - Halim bersama Sekda Dianto Mampanini komit dalam menggali dan mengembangkan potensi pariwisata, baik pariwisata alam maupun budaya. Untuk budaya pacu jalur, tahun ini seluruh arena pacu jalur sudah memiliki tribun finish.*

    []Bazm - 8



     
    Berita Lainnya :
  • Statistik Ekonomi dan Persentase Penduduk Miskin di Masa Tiga Tahun Pemerintahan Mursini Halim
  •  

    Komentar Anda :