Minggu, 17 Februari 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Jadikah Hukum Adat Dari LAM Riau Untuk Jony Boy?

Sabtu, 09-02-2019 - 16:39:05 WIB

 
Sebelah Kanan Kuasa Hukum LAM Riau (Wismar Harianto) Tengah Kepala Bidang Agama LAM Riau (Datuk Gamal Nasir), Sebelah Kanan Kuasa Hukum LAM Riau (Zulkarnain Nurdin)

TERKAIT:
 
  • Jadikah Hukum Adat Dari LAM Riau Untuk Jony Boy?
  •  

    Pekanbaru, Berazam.com - Apa kabar hukum adat yang pernah diwacanalan akan diberikan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau kepada Jony Boy atau Jony Boyok sang penghina Ulama, Ustadz Abdul Somad? UAS yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara tersebut dihina atau dicemarkan nama baiknya oleh Jony Boyok melalui postingan Facebook pribadinya hari Minggu, (02/09) tepat tengah hari pukul 12.00.

    Berselang tiga hari setelah memuat postingan tersebut, JB dijemput dan diamankan oleh berbagai ormas seperti FPI dan FPBLK dari rumahnya yang berada di Jalan Kelapa Sawit Gang Dolok 1 Nomer 8, pada hari Rabu, (05/02). JB sendiri diamankan di Markas FPI Kota Pekanbaru untuk menghindari amukan massa yang emosi karena telah melecehkan Ulama dan tokoh Riau.

    Kepala Bidang Agama LAM Riau, Datuk Gamal Nasir, saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya melalui kuasa hukum LAM Riau tengah focus untuk mengawal persidangan JB sampai pembacaan tuntutan karena mengingat proses persidangan sudah berjalan dari hari kamis (07/02) kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru di Jalan Teratai, Sukajadi.

    "Kita tengah focus mengawal kasus ini di pengadilan, untuk sanksi hukum adat kita masih harus melihat situasi dari keputusan pengadilan terlebih dahulu," Ujar Datuk Gamal Nasir, Sabtu (09/02).

    Untuk mengambil keputusan hukum adat tersebut, Gamal menerangkan para petinggi Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM harus berembuk terlebih dahulu. Dan itu dilakukan setelah amar keputusan JB diputuskan oleh majelis hakim.

    "Kita lihat dulu, bisa saja hasilnya terdakwa itu dikenakan hukuman yang ringan dari putusan maksimal. Kalau ringan bisa saja hukum adat akan dijatuhkan, dari itu kita meminta penegak hukum untuk mengambil keputusan yang setimpal dengan perbuatannya," jelasnya.

    Saat disinggung apakah hukum adat dapat dijatuhkan setelah Jony Boy yang sudah hampir menghuni hotel prodeo tersebut menghirup udara bebas kembali, Gamal membenarkan pertanyaan tersebut.

    "Karena kita negara hukum, jadi kita biarkan hukum positif diberlakukan terlebih dahulu. Setelah itu jika sanksi adat benar dijatuhkan ke JB, selepas bebas dari hukuman dia akan mendapatkan hukum adat," tutupnya.

    Untuk diketahui, JB sudah menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada hari Kamis, (07/02).

    JB di dakwa dengan UU ITE, yaitu Pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara dan denda Rp.750juta.

    Karena ancaman hukuman kurang dari 5 tahun kurungan, JB setelah selesai melakoni persidangan tidak langsung ditahan.

    Kamis depan, tanggal (14/02) persidangan kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. *bzam09



     
    Berita Lainnya :
  • Jadikah Hukum Adat Dari LAM Riau Untuk Jony Boy?
  •  

    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Pilihan Redaksi
    Uninstall Bukalapak: Wajah Brutal Masyarakat dan Politikus
    SDN 018 Koto Taluk Diresmikan, Bupati: 2019 Ada Tambahan Paving Block
    Tarekat Pilihan Abdul Somad: Sejarah & Kecenderungan Politiknya
    Prediksi Barcelona vs Real Valladolid, Tes & Rotasi Sebelum Lyon?
    Unri Buka Tiga Jalur Masuk Perguruan Tinggi
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 berazam, all rights reserved