Rabu, 19 Desember 2018 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Diduga Melakukan Penghinaan Dan Penganiayaan Terhadap Mahasiswa
Seorang Oknum Dosen Penguji Salah Satu Universitas Negeri di Pekanbaru Dilaporkan Ke Polisi

Kamis, 06-12-2018 - 22:33:21 WIB

 


TERKAIT:
 
  • Seorang Oknum Dosen Penguji Salah Satu Universitas Negeri di Pekanbaru Dilaporkan Ke Polisi
  •  

    Pekanbaru,Berazam.com - Niat hati ingin mau mengajukan seminar progres 3 nya dibidang Ilmu Lingkungan di Universitas Riau, Komala Sari mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang penguji nya.

    Perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut didapatinya dari pengujinya inisial oknum dosen penguji berinisial MK. MK ini diduga telah melakukan penganiayaan serta melakukan penghinaan kepada mahasiswa nya tersebut. Kejadian tersebut terjadi di salah satu ruangan yang diduga ruang rektor salah satu universitas swasta di Pekanbaru karena dosen penguji itu kebetulan juga sebagai petinggi di universitas tersebut.

    Sebelumnya, Mala sapaan akrabnya sudah 2 kali mengajukan proposal untuk seminar nya. Pertama kali dia mengajukan seminar pada semester 5, dan yang ke 2 pada 3 Agustus 2018.

    "Pada saat seminar ke 2, saya mulai meminta tanda tangan penguji dan promotor. Lalu saya dapat 6 tanda tangan, hanya tinggal MK, namun saya memaklumi mungkin karena jadwalnya yang padat," ujar Mala melalui keterangan tertulisnya, (05/12).

    Walaupun sulit untuk ditemui, Mala tidak putus asa. Dia terus menghubungi melalui sambungan telfon dan Whatsapp pengujinya tersebut.

    "Saya merasa kesulitan berkomunikasi dengan pak MK karena ditelfon tidak diangkat, kadang di Whatsapp tidak dibalas. Saya sudah tiga kali ke kampus beliau, tapi MK sedang keluar kota," tuturnya kembali.

    Karena tidak mendapatkan respon dari sang penguji, Mala menitipkan berkas yang untuk ditandatangani oleh MK kepada sekretaris nya.

    Beberapa hari kemudian, sambung Mala, dirinya kembali mendatangi Kampus untuk menjemput berkas yang sebelumnya ditinggalkannya tersebut. Sesampainya di kampus, Mala langsung menuju keruangan MK. Lalu Mala menemui sekretaris MK untuk menanyakan berkas dan pengujinya tersebut, namun Mala belum juga bisa bertemu.

    Lalu pada tanggal (01/10) lalu ukul 11 siang, Mala kembali datang ke Kampus MK untuk menjemput berkas nya kembali. Tepat pukul 13:30, Mala mendapatkan izin dari sekretarisnya MK untuk memasuki ruangan MK. Didalam ruangan tersebut ternyata sudah ada wakil Rektor 1 berinisial F.

    "Saya dan MK membahas persoalan kerja sama kami yang dulu pernah terjalin. Tapi karena membahas itu dia (MK) memukul meja dan melemparkan disertasi saya
    yang ada di atas mejanya sambil mengeluarkan ucapan yang tidak patut.

    "Lemparanya tersebut mengenai lengan saya, dan disertasi saya setebal 250 an lembar tersebut berserakan karena binder clips nya terlepas," jelas Mala.

    Berdasarkan surat laporan dengan nomor LP/502/X/2018/SPKT/RIAU tanggal 03 Oktober 2018, Mala resmi melaporkan pengujinya tersebut ke Mapolda Riau.

    Setelah kasus tersebut terjadi, bukannya mendapatkan jalan yang lebih mulus untuk menyelesaikan pendidikannya, Mala malah mendapatkan lagi jalan terjal. "Terlepas dari laporan saya ke polisi, saya menanyakan kelanjutan studi saya. Bahkan itu sudah saya tanyakan ke Direktur Pascasarjana dan Ketua Prodi, namun tidak ada titik terang meskipun penguji (MK) sudah mundur," tuturnya.

    Yang membuat Mala kaget lagi adalah ketika dirinya ditelfon oleh Sekretariat S3, Iin, untuk mencabut laporannya tersebut jika ingin melanjutkan studi nya kembali.

    "Hasil keputusan direktur saya tidak bisa ikut seminar jika tidak mencabut laporan polisi tersebut. Tentu kalau saya cabut laporan itu tanpa diproses oleh polisi pasti akan berdampak kepada saya karena mempermainkan hukum seenaknya,semua itu butuh proses. Kenapa masa studi saya yang dikorbankan" pungkasnya.

    Hingga tulisan ini di turunkan pihak MK dan program pasca sarjana belum dapat di konfirmasi.
    *bzam09



     
    Berita Lainnya :
  • Seorang Oknum Dosen Penguji Salah Satu Universitas Negeri di Pekanbaru Dilaporkan Ke Polisi
  •  

    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Pilihan Redaksi
    Walaupun Kehilangan Gekar Adat, Ternyata Syarwan Hamid Masih Banyak Memiliki Gelar
    Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Dihadiri Petinggi LAM Riau
    Bawaslu Pekanbaru Turunkan 11 Baliho Caleg
    ACT Segera Kirimkan Tim Kemanusiaan Untuk Uighur
    Warung Pojok Bersubsidi, Cara Bemi Hendrias Tarik Simpati Masyarakat
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 berazam, all rights reserved