Rabu, 19 Desember 2018 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Wakil Rektor II UNRI Bantah Terlibat Dalam Pusaran Permainan Proyek

Rabu, 05-12-2018 - 12:19:29 WIB

 
Wakil Rektor II UNRI Prof Sujianto bantah terlibat dalam pusaran permainan proyek di UNRI. Dia menyebut pemberitaan di media "FH" adalah hoaks dan fitnah. (Foto: waduk praktikum perikanan yang disebut roboh ternyata tidak benar.

TERKAIT:
 
  • Wakil Rektor II UNRI Bantah Terlibat Dalam Pusaran Permainan Proyek
  •  

    Pekanbaru, Berazam-Wakil Rektor II UNRI Prof Sujianto mengaku tidak bisa tidur nyenyak ketika membaca sebuah berita yang menuduh dirinya terlibat dalam pusaran permainan proyek di UNRI.

    "Sebelumnya saya cuekin aja. Tapi setelah saya baca isinya, membuat saya merasa tidak nyaman bahkan gak bisa tidur, karena berita itu semuanya gak benar. Media itu telah memfitnah saya," ujar Sujianto kepada berazam dan Riau Pos yang sengaja diundang untuk wawancara di gedung Rektorat UNRI, Senin (2/12/2018).

    Berita yang dimaksud Sujianto ialah berita dengan judul: Wakil Rektor II UNRI, Diduga Berjamaah Selewengkan Uang Negara, yang diposting disalah satu media online "FH" pada 25 November 2018.

    Dalam berita tersebut Sujianto dituding terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan proyek pembangunan Gedung B Rumah Sakit UNRI senilai Rp 50 milyar di tahun 2015. Kemudian Prof Sujianto dituding menggagalkan lelang pengadaan alat laboratorium terpadu senilai Rp 50 milyar. Posisi Sujianto dalam berita itu disebut sebagai pengguna anggaran.

    Tidak itu saja, Sujianto juga dituding terlibat dalam kasus proyek pemeliharaan waduk praktikum Fakultas Perikanan dan Kelautan, yang roboh, dan merugikan Rp 227 juta. Kemudian Prof Sujianto juga dituding terlibat pada kasus penyimpangan proyek semenisasi jalan masuk Unri Kampus Panam tahun 2018 senilai Rp 1,5 milyar yang katanya merugikan negara rp 350 juta.

    Namun dari hasil wawancara sekaligus mengkonfirmasi benar tidaknya berita ini, Prof Sujianto membantah semua tuduhan itu.

    "Saya merasa tidak berbuat apa apa. Saya merasa di fitnah. Saya dituduh melakukan penyimpangan. Padahal baru tiga bulan saya KPA menggantikan pak Aras yang telah habis masa tugasnya sebagai Rektor," jelas Sujianto.

    Lagi pula, kata dia, UNRI tiga kali berturut-turut dapat opini WTP dari BPK dan secara nasional nomor tiga terbaik dalam hal pengelolaan keuangan.

    “Media ini cari sensasi, membuat berita tanpa konformasi, dan merusak nama baik saya,” ujarnya.

    Soal batalnya proyek pengadaan alat laboratorium, jelas Sujianto, karena memang tidak sesuai antara rencana dengan dokumen kontrak. Begitu juga dalam kasus pembangunan RS UNRI, ia bukan PPK, dan laporan yang dia terima bahwa hasil audit BPK menyatakan proyek itu clear (bersih).

    “Jadi saya nyatakan, untuk kegiatan lain pun yang dibeberkan secara membabi-buta oleh media itu, saya tidak terlibat. “Saya tak tau apa-apa, bahkan saya pun tak tahu, siapa pelaksana proyek itu,” ujarnya.

    Kemudian Pemeliharaan Waduk Praktikum Faperika UNRI TA 2018 senilai 1M, yang disebut tidak selesai dan sudah roboh, menurut Sujianto itu bohong. Proyek itu sudah selesai dan tidak ada roboh.

    “Semua itu fitnah, saya tak pernah diwawancarai. Ini merusak nama baik saya, dan membunuh karakter saya. Mereka menulis tanpa mengindahkan kode etik jurnalistik dan UU Pers No 40/ 1999,” ujarnya.

    Kembali dipertegas Prof Sujianto, dia baru menjabat KPA sejak 10 September 2018 menggantikan Prof Aras Mulyadi, yang kebetulan masa jabatannya sebagai Rektor Unri telah habis.

    Sujianto juga menyampaikan, dia bersama kuasa hukumnya saat ini sedang mengkaji langkah langkah hukum yang akan diambil terkait berita yang menurut dia berita bohong dan fitnah ini.

    "Saya sudah konsultasi dengan kuasa hukum untuk mengkaji langkah langkah hukum apa yang akan kita lakukan," pungkas Sujianto.*

    bazm2









     
    Berita Lainnya :
  • Wakil Rektor II UNRI Bantah Terlibat Dalam Pusaran Permainan Proyek
  •  

    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Pilihan Redaksi
    Walaupun Kehilangan Gekar Adat, Ternyata Syarwan Hamid Masih Banyak Memiliki Gelar
    Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Dihadiri Petinggi LAM Riau
    Bawaslu Pekanbaru Turunkan 11 Baliho Caleg
    ACT Segera Kirimkan Tim Kemanusiaan Untuk Uighur
    Warung Pojok Bersubsidi, Cara Bemi Hendrias Tarik Simpati Masyarakat
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 berazam, all rights reserved